Rico Sia Desak LAPAN Beri Dukungan Bangun Peluncuran Satelit di Papua Barat 1 IMG 20200627 WA0011
Dalam rapat tersebut, Anggota DPR-RI Komisi VII (Tujuh) Dapil Papua Barat, Rico Sia, BE, S.E, M.Si. dalam rapat Virtual bersama Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara Virtual dengan LIPI, BATAN, BAPETEN, LAPAN, BPPT dan BIG.
Metro Nasional

Rico Sia Desak LAPAN Beri Dukungan Bangun Peluncuran Satelit di Papua Barat

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA, BeritaAktual.co – Komisi VII DPR-RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) secara Virtual dengan LIPI, BATAN, BAPETEN, LAPAN, BPPT dan BIG. Rapat yang dimulai pukul 19.47 WIB membahas tentang Evaluasi Anggaran 2020 dan Pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) K/L Tahun 2021. Jumat, 26 Juni 2020.

Dalam rapat tersebut, Anggota DPR-RI Komisi VII (Tujuh) Dapil Papua Barat, Rico Sia, BE, S.E, M.Si mendesak Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) segera membalas surat Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan pada tanggal 17 Februari 2020 dengan Nomor surat: 049/313/GPB//2020 Tentang, Dukungan Pengembagan Satelit Ruang Angkasa di Papua Barat.

Menurut Legislator asal Papua Barat ini, pada bulan Januari 2020, ia bersama beberapa investor telah mempresentasikan cara kerja, keuntungan untuk Indonesia membangun Satelit Ruang Angkasa di Papua Barat pasalnya, dana yang akan digunakan bukan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melainkan investor yang mau berinvestasi.

“Silahkan apabila Lapan ingin membangun peluncuran satelit di Biak menggunakan uang negara (APBN), tetapi kami di Papua Barat dari investasi,” kata Rico Sia kepada BeritaAktual.co usai gelar rapat pukul 21.10 WIB.

Yang mendasari adalah lanjut Rico, Gubernur Papua Barat bercita cita ingin membangun peluncuran satelit agar ada transfer teknologi yang akan mencerdaskan putra putri papua barat tanpa memakai tenaga asing, selebihnya bisa menambah pajak daerah.

“Ada investor yang mau bekerjasama dengan menggunakan uangnya tanpa memakai uang negara yang bersumber dari APBN. Terutama tidak memakai tenaga asing melainkan mengirim putra putri Indonesia khususnya dari Papua Barat untuk belajar keluar negeri untuk transfer teknologi,” papar Rico.

Rico menambahkan, jika pengembagan satelit ruang angkasa di Papua Barat sudah beroperasi, Indonesia akan banyak mendapatkan benefit salah satu contohnya adalah tambahan devisa. Untuk itu Rico meminta LAPAN memberi dukungan pembangunan satelit ruang angkasa di Papua Barat agar investasi bisa segera jalan tidak ada halangan. [dwi]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.