Aimasi Prafi Terpilih Sebagai Kampung Berdikari "Manu Yaba Nonti" 1 IMG 20200627 WA0045
Gubernur Dominggus Mandacan Bersama Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo melaunching 13 kampung Manu Yaba Nonti (Kampung Tangguh Berdikari dari Covid-19). [Foto: BA]
Metro

Aimasi Prafi Terpilih Sebagai Kampung Berdikari “Manu Yaba Nonti”

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Gubernur Dominggus Mandacan Bersama Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing melalui siaran langsung Virtual melaunching 13 kampung Manu Yaba Nonti (Kampung Tangguh Berdikari dari Covid-19). Pencanangan tersebut dilakukan dalam rangka menuju tatanan New Normal di Provinsi Papua Barat.

Dalam sambutannya, Gubernur Dominggus Mandacan mengapresiasi program kerja Polda yang sigap mencanangkan 13 kampung di Papua Barat sebagai daerah Tangguh Covid-19 menuju masa transisi New Normal.

Dalam siaran langsung itu, Gubernur juga mengamati penerapan protokol kesehatan di kampung Aimasi Distrik Prafi Manokwari sangat baik dan siap, penerapan ini harus terus dipertahankan dan dimaksimalkan. Khususnya Aimasi bisa menjadi kampung percontohan terhadap kampung kampung lainnya di wilayah Papua Barat.

“Yang saya amati, penerapan protokol kesehatan di kampung Aimasi sangat baik dan siap. Kita bisa lihat tadi, di setiap gang semua dijaga oleh petugas hansip dan ada portal, juga disediakan sabun cuci tangan, air bersih di setiap depan rumah masyarakat kampung Aimasi. Terlihat juga sebelum masuk ke gang, setiap orang harus disterilkan dan keluar rumah harus jelas mau kemana,” kata Dominggus Mandacan usai meninjau kesiapan kampung. Sabtu, 27 Juni 2020.

Diharapkan, program Polda Papua Barat untuk mencanangkan kampung tangguh berdikari di semua Kabupaten/kota akan menjadi motivasi bagi kampung lain di Papua Barat. “Hari ini kita launching 13 kampung serentak melalui siaran langsung dengan nama “Manu Yaba Nonti” diambil dari bahasa Arfak yang artinya, Kampung Berdikari. Nama ini sengaja diambil untuk lebih mengangkat kearifan lokal khususnya di Papua Barat,” ujar Gubernur yang juga selaku Kepala Suku Besar Arfak.

Gubernur juga mengimbau kepada semua pemerintah kampung agar memaksimalkan dana bantuan desa dimanfaatkan sebaik baiknya, karena tidak hanya untuk ketahanan pangan, penguatan ekonomi dan keamanan saja, tetapi juga untuk penanganan covid-19.

Senada disampaikan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing bahwa kampung Aimas dicanangkan sebagai kampung tangguh berdikari karena telah memenuhi tiga kriteria, yaitu kesiapan ketahanan pangan, kesehatan dan keamanan terkait covid-19.

Menurut Kapolda pandemi Covid-19 telah mempengaruhi aspek kehidupan baik sektor ekonomi, sosial budaya. Kebiasaan-kebiasaan yang sebelumnya dilakukan tentu ada perubahan dengan mewabahnya virus ini, perubahan tersebut dikenal dengan sebutan new normal atau kehidupan baru.

“Pengertian kehidupan bermasyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat, tidak hanya mencuci tangan memakai masker menjaga jarak tetapi juga mematuhi aturan protokol kesehatan selama berada di area publik,” ujarnya dalam sambutan.

Untuk itu kita semua dituntut untuk berkomitmen mempertahankan penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. Tak mudah, karena dibutuhkan kesadaran dan peran serta seluruh masyarakat, contoh dalam tatanan bermasyarakat dimulai dari lingkup kampung dan warga itu sendiri.

“Launching 13 kampung berdikari di Papua Barat ini, sesuai kearifan lokal dengan menggunakan bahasa hatam “Manu Yaba Nonti’ Yang merupakan awal kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat terkait protokol kesehatan. kebiasaan karakteristik sangat penting untuk mewujudkan,” terangnya.

Kapolda menambahkan, kampung aimasi distrik prafi merupakan file project atau percontohan kampung di Manokwari yang dapat menerapkan persyaratan-persyaratan dalam new normal dengan disiplin dan mandiri guna memutus mata rantai covid-19. 

“Masyarakat sudah paham bagaimana mengantisipasi penyebaran covid dengan menerapkan protokol kesehatan. Dan terbukti Aimasi telah siap menuju new normal, menjadi pemicu bagi kampung lainnya di wilayah kabupaten Manokwari dan keseluruhan di Papua Barat,” pungkasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.