Ketua MRPB Tolak Menandatangani Hasil Seleksi DPR Jalur Otsus 1 20200708 000100
Ketua MPR Papua Barat, Maxsi Ahoren. [Foto: sus]
Metro

Ketua MRPB Tolak Menandatangani Hasil Seleksi DPR Jalur Otsus

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat menolak menandatangani berita acara penyerahan hasil seleksi 11 anggota DPR Papua Barat periode 2019-2024, jalur pengangkatan dari panitia seleksi (Pansel) kepada Gubernur Papua Barat. Ini dilakukan pasalnya, ketiadaan perwakilan dari Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) diantara 11 nama calon anggota DPR Papua Barat jalur pengangkatan hasil seleksi Pansel.

Ketua MPR Papua Barat, Maxsi Ahoren mengatakan, pihaknya (MRP) meminta agar seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka dan adil kepada masyarakat terkait 11 kursi DPR Jalur Otsus.

“Sebelumnya terima kasih untuk semua yang dilakukan oleh tim pansel, yang sudah berusaha adil, sebagaimana biasanya ada 3 Kabupaten di Papua Barat merasa dianaktirikan yaitu Manokwari Selatan (Mansel), Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Tambrauw,” ucapnya kepada sejumlah wartawan usai menghadiri penyerahan 11 nama anggota DPR Jalur Otsus kepada Gubernur Papua Barat dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Selasa 07 Juli 2020.

Dikatakan, hari ini terbukti tim pansel berhasil menyeleksi Kabupaten Tambrauw dan bisa masuk dalam 11 anggota DPR Jalur Otsus dan Kabupaten Kaimana bisa duduk juga, ini membuktikan bahwa bekerja dari tim pansel sangat baik. “Saya juga berterima kasih karena ini semua ada banyak wajah-wajah baru yang masuk, walaupun ada 3 orang wajah lama,” kata mantan anggota DPR Papua Barat ini.

Tapi yang sangat disesalkan lanjut dia, hasilnya bukan seperti pembagian per wilayah, contohnya Sorong Raya wilayah dua, Manokwari wilayah tiga, dan Manokwari Selatan, ini seperti kan pembagian per Kabupaten. “Mansel kecuali tidak memiliki calon, tapi ini kan ada, masalahnya pegunungan Arfak sampai ada dua orang, seharusnya dibagikan juga lah untuk Manokwari Selatan jadi merata,” paparnya.

Lanjut dikatakan, atas dasarnya apa sampai Pegunungan Arfak (Pegaf) bisa masuk sampai dua orang. Ini harus dijelaskan dalam aturan apa sampai ketiadaan perwakilan dari Manokwari Selatan. “Apalagi Manokwari Selatan ini kan bukan kabupaten sendirian, ada tiga nama satu sudah gugur sisa dua, dari salah satu itu kan pasti ada ranking. Terbukti tadi dibacakan ada salah satu yang dari Manokwari Selatan punya ranking juga pada saat lakukan proses seleksi. Kenapa tidak dimasukkan dari Mansel, kenapa harus masukkan semua dari pegaf. 

Menurutnya, ini faktor ketidakadilan bagi rakyat. Karena itu, ia sebagai Ketua menolak menandatangani berita acara, karena ini bukan pembagian wilayah tapi per kabupaten. “Seharusnya dari Kabupaten siapa yang ranking satu dia yang diakomodir, kalau kita bikin seperti pembagian wilayah itu semua orang akan gugat bisa. Dan mereka bisa mengecek nilainya juga, pasti ada rasa kecewa, kenapa dia punya nilai seperti itu, hal seperti ini dapat membuka ruang konflik yang baru,” jelasnya.

Untuk itu ia menegaskan, pihaknya (MRP) akan menyurati Gubernur untuk mempertimbangkan dan memperhatikan hal ini. Ia juga mempersilahkan jika ada pihak pihak yang merasa dirugikan silahkan melakukan gugatan melalui lembaga MRP Papua Barat.

Untuk hasil Keputusan panitia seleksi, penetapan calon anggota DPR Jalur Otsus melalui mekanisme pengangkatan periode 2019-2024, menetapkan 11 nama adalah, Agustus R Kambuaya dari Kabupaten Maybrat, Barnike Susana Kalani dari Kabupaten Sorong, Barnabas Sedik dari Kabupaten Tambrauw, Cartensz Inigo Oretz Malibela dari kota Sorong, George Karel Dedaida dari Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel), Yan Anthon Yoteni dari Teluk Wondama, Dominggus Adrian Urbon dari Teluk Bintuni, Mudasir Bogra dari dari Kabupaten Kaimana, Maurits Saiba dari Pegunungan Arfak (Pegaf), Sergius Rumsayor dari Kabupaten Manokwari, dan Yorthinus Mandacan dari Pegunungan Arfak (Pegaf). [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.