Kejati Papua Barat Musnahkan 4.041 Botol Miras Dan Belasan Bungkus Ganja 1 IMG 20200720 WA0038
Pemusnahan 4.041 botol Miras berbagai merek. [Foto: BA]
Metro

Kejati Papua Barat Musnahkan 4.041 Botol Miras Dan Belasan Bungkus Ganja

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat melakukan pemusnahan barang bukti 4.041 botol minuman keras (miras) berbagai merek dan 18 bungkus narkoba jenis ganja dari perkara tindak pidana hukum. Pemusnahan ini dilakukan di halaman kantor Kejati Papua Barat yang dihadiri, Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Asisten I Setda Pemprov Papua Barat, Musa Kamudi, Kejaksaan Negeri Manokwari dan tamu undangan lain. Senin 20 Juli 2020.

Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari, Togging Banjar Nahor dalam sambutannya menuturkan, ada beberapa perkara yang menarik perhatian masyarakat Manokwari, diantaranya adalah perkara minuman keras yang telah disita dan diproses sampai pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum beserta beberapa perkara narkoba.

“Ada 18 bungkus narkoba jenis ganja akan dieksekusi karena sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah). Begitu pun dengan miras yang akan dimusnahkan, atas nama tiga tersangka tipiring, tipiring itu artinya perkara yang berdasarkan pasal 205 KUHAP bahwa yang kuasa diberikan kepada penyidik untuk menyidangkan dan mempunyai kekuatan hukum tetap, yang hukumnya adalah penyidik menyerahkan kepada eksekutor,” jelas Nahor. Senin 20 Juli 2020.

Dalam hal ini lanjutnya, satu-satunya eksekutor sesuai KUHP hanya kejaksaan, dan perlu diingat bersama-sama menghargai aturan main dan ketentuan-ketentuan yang berlaku itu sesuai dengan tahapan setelah pihaknya menerima keputusan dari ketua pengadilan yang menyatakan bahwa ada tiga perkara narkoba dalam hal termasuk juga miras.

“Kami akan melakukan eksekusi yang juga sekaligus karena baru juga kami terima putusan kami sekaligus manfaatkan ke masyarakat demi adanya kepercayaan masyarakat ke institusi Kejaksaan yang tidak pernah main-main dalam menangani perkara dan harus tuntas,” ucapnya.

Dikatakan, arti tuntas dalam penanganan perkara tentu hanya satu kata akhir bahwa perkara ini dieksekusi badan denda pengembalian kerugian keuangan negara barang bukti dan ongkos perkara ketika Ini masalah tidak tuntas dan belum disosialisasikan. “Maafkan kami karena belum bisa menjangkau keseluruhan masalah penanganan ini, selanjutnya saya melaporkan bahwa mengenai miras yang ditangani terdiri dari tiga tersangka diantaranya pertama) Muhammad John Haryanto alias Ucok, Kedua) Ricky dan Ketiga) Andreas Tokiman,” ujarnya.

Sementara itu Asisten I Setda Papua Barat, Musa Kamudi mengatakan, menjadi catatan penting bagi semua sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang ada di Manokwari yang melarang adanya miras, oleh sebab itu kegiatannya hari ini dilakukan merupakan upaya mencegah agar generasi muda tak lagi mengkonsumsi miras.

“Saya teringat apa yang disampaikan oleh mantan Gubernur kita bapak alm. Abraham Octianus Aturori yang menyatakan bahwa orang mabuk tidak bisa membangun Provinsi Papua Barat ini. Makna yang sangat mendalam sekali, apalagi dari data yang kita peroleh justru yang mengkonsumsi miras Ini kebanyakan generasi muda, untuk itu kita berupaya yang sudah dilakukan baik melalui tokoh-tokoh agama juga dan pemerintah untuk terus mengimbau kepada generasi muda untuk berhenti konsumsi miras,” bebernya.

Senada disampaikan Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Yusuf bahwa pemusnahan barang bukti adalah serentak di seluruh Kejati yang ada di Indonesia, namun hari ini untuk di Papua Barat adalah pemusnahan miras dan ganja. “Ini dalam rangka optimalisasi kinerja dalam kurun waktu 6 bulan Kejaksaan Tinggi Papua Barat berdiri. Dalam pelaksanaan eksekusi suatu penegakan hukum, tanpa eksekusi itu nonsen penegakan hukumnya. Eksekusi adalah wujud akhir dari bentuk penegakan hukum sehingga mencari keadilan,” terang pria berasal dari Palembang ini.

Dengan adanya pemusnahan ini, pihak-pihak terkait yang selalu mempertanyakan miras kini terjawab bahwa penegakan hukum itu memang ada di tanah Papua. Berikutnya penguatan sinergi ini untuk percepatan dalam covid-19. Tiada henti pihaknya akan terus melakukan penegakan hukum yang diprioritaskan dalam pendekatan preventif dan edukatif walaupun di masa pandemi ini.

“Ini merupakan bagian dari represif memberikan informasi kepada masyarakat bahwa segala perbuatan yang menyimpang akan ditindak hukum,” tandasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.