PLN Unit Papua Dan Papua Barat Teken MoU Bersama BPN Untuk Sertifikasi Tanah 1 IMG 20200722 WA0087
Penandatanganan MoU Sertifikasi Tanah antara Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua Barat, Arius Yambe dan General Manager PLN UIP Papua Reisal Rimtahi Hasoloan serta General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Abdul Farid/Humas PLN. [Foto: sus]
Metro

PLN Unit Papua Dan Papua Barat Teken MoU Bersama BPN Untuk Sertifikasi Tanah

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat bersama PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Papua bersama Kantor Pertanahan Kabupaten/kota se- Provinsi Papua Barat lakukan penandatanganan perjanjian kerjasama sertifikasi tanah.

Berlangsung di Kantor BPN Provinsi Papua Barat, Rabu 22 Juli 2020, Dalam penandatanganan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua Barat, Arius Yambe dan General Manager PLN UIP Papua Reisal Rimtahi Hasoloan serta General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat Abdul Farid .

Penandatanganan perjanjian kerjasama tentang sertifikasi tanah antara dua lembaga ini juga diikuti melalui zoom meeting.

General Manager PLN UIP Papua Reisal Rimtahi Hasoloan mengatakan, pihaknya mengharapkan penandatanganan perjanjian kerjasama tentang sertifikasi tanah ini dapat memberikan kepastian hukum, untuk kelancaran pembangunan infrastruktur kelistrikan di Papua Barat.

“Penandatanganan perjanjian kerjasama tentang sertifikasi tanah ini bertujuan, untuk mensukseskan program pemerintah, termasuk program yang telah dicanangkan PLN yakni Papua Terang dan program 35.000 MW,” tuturnya dalam siaran pers yang diterima BeritaAktual.co, Rabu tengah malam 22 Juli 2020.

Dikatakan, di Papua Barat ada pembangunan transmisi, gardu, termasuk pembangkit listrik. Namun dalam pelaksanaannya selalu ada tanah yang bermasalah dan tak gampang untuk diselesaikan karena hak ulayat. Oleh karena itu, kerjasama ini untuk pembangunan infrastruktur kelistrikan di Papua Barat bisa lebih lancar. 

“Kalau penyediaan tanah belum selesai, maka PLN tak bisa melaksanakan pembangunan infrastruktur kelistrikan. Seringkali beberapa tempat atau lokasi kita sudah bangun, tapi kemudian di stop oleh masyarakat karena Ulayat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua Barat, Arius Yambe menuturkan, pihaknya menyiapkan sertifikasi tanah untuk mendukung pihak PLN guna mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Papua Barat. 

“Kami bersama PLN akan menindaklanjuti mana yang harus didahulukan dan mana yang menyusul disesuaikan dengan anggaran yang ada,” jelasnya.

Menurut Kepala BPN, kerjasama antara PLN dan Kantor Wilayah BPN Papua Barat juga Kantor Pertanahan kabupaten dan kota se-Papua Barat ini berlangsung hingga tahun 2022. Mudah-mudahan jika bisa selesai tahun depan lebih baik lagi.

Senada disampaikan General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Abdul Farid, bahwa PLN memiliki 3 program Papua terang, untuk menyiapkan daya listrik merata, cukup dan handal. Pertama, merata berarti di seluruh desa yang ada di tanah Papua harus dialiri listrik. Hingga kini masih ada juga ratusan kampung yang gelap-gulita. Kedua, cukup berarti tak ada yang kurang. Ketiga, andal berarti terang dan nyala tanpa padam.

Kedepan lanjut dia, pihaknya memastikan tak ada instalasi yang berada di udara, tapi semuanya ada didalam tanah. Maka, pihaknya perlu penyediaan tanah. Meski demikian, penyediaan tanah ini sering terjadi kendala atau keterlambatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Papua Barat.

“Padahal kita maunya cepat, berapa kali Pak Presiden Jokowi menegaskan bagaimana caranya, agar semua desa bisa dialiri listrik agar bisa terang benderang semua desa yang ada di pelosok,” ucapnya.

Dia menambahkan, terangnya memang perlu adanya percepatan atau akselerasi pembangunan infrastruktur kelistrikan di Papua. Karena, akselerasi tak akan bisa terwujud, kalau tak ada sinergi antara stakeholder. “Mudah-mudahan sinergi ini dapat mewujudkan Papua Terang dalam waktu yang tak terlalu lama,” tandasnya [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.