Kepala Suku Wamena Papua Barat: Jangan Tolak Otsus Jilid II, Ini Bentuk Kepedulian Negara 1 IMG 20200728 WA0038
Kepala Suku Wamena Papua Barat, Diben Danggu Weya. [Foto: sus]
Metro

Kepala Suku Wamena Papua Barat: Jangan Tolak Otsus Jilid II, Ini Bentuk Kepedulian Negara

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Kepala Suku Wamena di Papua Barat, Diben Danggu Weya mengatakan, perpanjangan Otonomi Khusus (Otsus) untuk Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan bentuk kepedulian Negara Indonesia yang dirumuskan oleh pemerintah untuk melindungi hak-hak dasar penduduk asli Papua, maka jangan ditolak.

“Saya katakan agar masyarakat Papua dapat mengembangkan kemampuan diri yang dikaruniakan Tuhan kepadanya secara baik, sehingga bisa bersaing dan sejajar dengan masyarakat Indonesia lainnya dengan tidak meninggalkan identitas serta jati dirinya,” tuturnya. Selasa, 28 Juli 2020.

Diben Danggu Weya juga menilai, otsus juga merupakan suatu bentuk pengakuan negara atas persamaan kedudukan, hak dan kewajiban sebagai warga negara. Dikatakan, hal ini perlu dilaksanakan secara bijaksana dan peka akan kondisi objektif sebagian masyarakat papua yang kondisi sosial ekonomi dan politiknya memerlukan perlindungan tertentu, sehingga diharapkan dapat terlayani hak-hak dan memenuhi kewajiban-kewajibannya untuk bisa membangun daerahnya sama seperti daerah lainnya di Indonesia.

Dengan adanya penolakan Otsus jilid II yang dilakukan oleh beberapa organisasi, elit politik dan kelompok-kelompok mahasiswa menurutnya, merupakan dinamika yang normal di tengah kehidupan berdemokrasi. Namun, perlu ditinjau kembali apakah alasan penolakan otsus jilid II yang disampaikan itu merupakan murni aspirasi rakyat papua secara umum ataukah sengaja disebarkan untuk mendukung pergerakan Papua Merdeka.

“Menurut saya terlalu mengada-ada jika penolakan otsus ini didasari dan dikaitkan dengan alasan referendum, karena justru melalui otsus inilah masyarakat di Provinsi Papua maupun Papua Barat telah terjamin untuk melaksanakan hak-haknya secara merdeka dengan memanfaatkan ruang politik, ekonomi dan sosial budaya yang telah diciptakan melalui otonomi khusus tanpa harus menjadi ancaman bagi negara yang berdaulat,” terangnya.

Sebagai orang asli Papua, ia merasa sedih jika beberapa minggu ini ada “Petisi” dari orang-orang yang mengklaim dirinya berpihak kepada masyarakat Papua dan menolak perpanjangan Otsus. Justru menurutnya, dengan adanya otsus ini seluruh masyarakat Papua bisa bertahap dapat menikmati kesejahteraan yang sesungguhnya baik jasmani maupun rohani.

“Jika otsus jilid pertama belum berjalan secara efektif, maka sudah semestinya dalam periode ini kita saling berdiskusi, duduk bersama dengan semua stakeholder antara pemerintah pusat dengan pemerintah papua dan papua barat. Mari saling mengevaluasi pelaksanaan otsus untuk kemudian dilakukan perbaikan-perbaikan, bukan malah menggesernya kepada isu provokatif untuk referendum dan kemerdekaan papua. Isu ini justru sangat mengada-ada, tidak relevan dengan permasalahan sesungguhnya,” ujarnya.

Lanjut dikatakan, untuk kesimpulannya untuk otsus jilid II harus tetap berjalan dan diterapkan di Provinsi Papua dan Papua Barat, dengan ketentuan agar kelemahan-kelemahan yang ada harus dibenahi, termasuk regulasi-regulasinya, serta perlu adanya evaluasi dan audit yang menyeluruh untuk otsus jilid I, sehingga pemerintah bisa tahu apa saja kekurangan dan sektor apa yang harus dibenahi, agar nantinya Otsus Jilid Il bisa bermanfaat langsung kepada masyarakat Papua.

“Saya sebagai kepala suku pegunungan tengah di Manokwari mengimbau kepada saudara-saudara saya, baik yang berada di Papua maupun Papua Barat untuk tidak terpengaruh serta terprovokasi kelompok dan organisasi yang bertentangan dengan negara, seperti NRFPB, KNPB dan ULMWP baik yang berada di Papua, di Indonesia maupun di luar negeri karena mereka semua tidak menginginkan Papua Damai dalam bingkai NKRI dan jangan hanya mencari keuntungan untuk dirinya sendiri sehingga selalu berupaya mengadu-domba antara masyarakat Papua,” tutupnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

4 Replies to “Kepala Suku Wamena Papua Barat: Jangan Tolak Otsus Jilid II, Ini Bentuk Kepedulian Negara

  1. Tolong berita yang jelas jangan mrngatasnamakan baru banyak dengan linguistik pelesetan ada, ada saja, klo kita tanya kepala suku tidak sesuai maka kami akan nutut yg pulik berita manokwari, STOP MENJUL RAKYAT DENGAN SENGAYA.

  2. Berita tidak kompeten; aktualitas dan keabsahan berita ini tdk dapat dipertanggungjawabkan. Independensinya juga mesti dipertanyakan; jelas sekali bahwasanya ini hanyalah media Mainstream alias Propaganda belaka.

    Hoax

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.