Bawa Barang Elektronik Rusak, Massa Demo di Kantor Walikota Sorong 1 IMG 20200730 WA0048
Suasana demo di halaman kantor walikota Sorong, masa yang membawa barang-barang elektronik rusak akibat banjir. [Foto :ana]
Metro

Bawa Barang Elektronik Rusak, Massa Demo di Kantor Walikota Sorong

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Puluhan massa yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa dan masyarakat akar rumput melakukan aksi demo di Kantor Walikota Sorong, Kamis (30/7/2020). Mereka meminta pemerintah kota Sorong untuk serius mengatasi permasalahan banjir di kota Sorong.

Sebagai bentuk protes, massa membawa sejumlah barang-barang elektronik seperti kulkas, rice cooker, kipas, angin, TV, dispenser yang rusak akibat banjir.

Demonstrasi awalnya berlangsung damai di halaman kantor Walikota Sorong . Namun situasi mulai memanas saat demonstran membakar ban bekas. Aksi saling dorong pun tidak terelakkan saat aparat keamanan Polres Sorong Kota berusaha memadamkan api sekaligus membubarkan massa.

Setelah kericuhan sedikit mereda, mahasiswa kembali melanjutkan aksinya. Mereka meminta agar Walikota Sorong segera menemui mereka agar bisa menyampaikan tuntutan secara langsung.

“Kami menilai, Walikota Sorong tidak serius dalam menangani permasalahan banjir ini. Kami minta bapak Walikota segera mengambil langkah konkrit untuk mengatasi masalah banjir di kota Sorong, terutama di kilometer 9 dan di kilometer 10 masuk,” ucap salah satu koordinator aksi, Muhid Rumbalifar.

Selain itu, mahasiswa juga meminta agar Walikota Sorong mencabut izin galian C karena dapat menyebabkan pendangkalan drainase sehingga tidak dapat menampung air hujan.

“Memangnya selama ini apa solusi dari pemerintah kota Sorong ketika terjadi banjir. Jangan hanya menurunkan alat berat ketika banjir saja, tetapi harus dilakukan secara rutin atau sebelum banjir itu terjadi,”keluh mereka.

Menanggapi aspirasi massa,Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, M. M.,mengatakan bahwa hari ini dirinya bersama Gubernur Papua Barat telah melakukan peninjauan di beberapa lokasi rawan banjir di kota Sorong dan juga melihat aktivitas galian C yang disebut-sebut menjadi penyebab utama terjadinya banjir.

“Sebelum kalian menyampaikan hal ini, kami sudah terlebih dahulu mengerjakannya. Tadi saya bersama bapak Gubernur Papua Barat sudah meninjau lokasi banjir di komplek melati raya dan kampung bugis, untuk bagaimana kita mencari solusi terbaik,”ucap Walikota Sorong.

Walikota meminta agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, karena menurutnya dampak dari membuang sampah sembarangan akan kembali kepada masyarakat itu sendiri.

Usai menyerahkan tuntutannya, sekitar pukul 16.00 WIT massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Namun sayangnya, massa meninggalkan barang elektronik yang rusak akibat banjir begitu saja di halaman kantor Walikota Sorong. [ana]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.