Sekarang Karantina Warga Positif Covid-19 Hanya Berlaku 10 Hari 1 IMG 20200803 WA0030
Ketua tim surveilans gugus tugas Covid-19 kota Sorong, Jeny Isir. [Foto: Istimewa]
Metro

Sekarang Karantina Warga Positif Covid-19 Hanya Berlaku 10 Hari

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 kini menerapkan Standar Operasi Prosedur (SOP) terbaru terkait karantina bagi masyarakat terkonfirmasi positif virus Covid-19.

Ketua tim surveilans gugus tugas Covid-19 kota Sorong, Jeny Isir mengatakan bahwa masa karantina pasien positif Covid-19 tanpa gejala tidak lagi 14 hari, dan diubah menjadi 10 hari karantina.

“Kalau orang tersebut tidak menunjukkan gejala maka hanya 10 hari dia di karantina setelah itu sudah bisa dinyatakan bebas,”jelas Jeny di posko Covid-19 kota Sorong, Senin 3 Agustus 2020

Selain itu, lanjut Jeny, kalau dulu yang dinyatakan positif harus lakukan pemeriksaan dua kali berturut-turut dengan hasil negatif baru dinyatakan sembuh dari Covid-19, sekarang dengan adanya pedoman yang baru jadi sekali diperiksa hasilnya negatif sudah bisa dinyatakan sembuh.

Disamping itu, Jeny mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut dan panik ketika melakukan rapid test dan kemudian hasilnya reaktif, sebab tujuan rapid test adalah untuk dilakukan screening bukan diagnosa.

“Rapid test digunakan untuk screening awal, jadi rapid tes bukan sebagai diagnosa tapi pemeriksaan awal untuk mengetahui antibodi dan antigen seseorang. Misalkan seseorang dinyatakan reaktif belum tentu dia positif, jadi yang bisa membuktikan orang itu positif adalah dengan melakukan tes swab atau PCR,”terang Jenny sembari menambahkan Jika seseorang dinyatakan reaktif dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab, masyarakat diharapkan tidak takut ketika dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

Jenny menambahkan, untuk sementara seluruh Puskesmas di Kota Sorong hanya melayani rapid tes kepada penduduk yang ber KTP kota Sorong.

“Kalau bukan KTP kota Sorong silahkan melakukan pemeriksaan rapid test di laboratorium swasta,” pungkas Jenny. [ana]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.