Kejati PB: Pertamina Bertanggung Jawab Biayai Warga Terkena Dampak Pencemaran Sumur Air 1 IMG 20200810 WA0025
Kejati Papua Barat Yusuf didampingi Ketua RT 01/RW 06 Boy Baransano dan Fuel Terminal Manager Manokwari Sebedeus Pangandaheng. [Foto: sus]
Metro

Kejati PB: Pertamina Bertanggung Jawab Biayai Warga Terkena Dampak Pencemaran Sumur Air

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Warga RT 01/RW 06 dan RT 01/RW 03 Sanggeng memalang Depot Pertamina Manokwari pada Senin, 10 Agustus 2020. Pemalangan ini terjadi lantaran adanya kebocoran pipa yang menyebabkan sumur warga Sanggeng menjadi tercemar.

Hal ini pun menjadi perhatian penuh dari pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat dan Pertamina Manokwari.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat, Yusuf mengatakan, pihaknya (Kejati) bersama Pertamina Manokwari telah melakukan mediasi dengan menyerahkan tempat penampungan air (Profil Tank Air) dan juga menyalurkan air bersih setiap hari kepada 132 KK, yaitu RT 01/RW 06 dan RT 01/RW 03 Sanggeng, yang tercemar air sumurnya.

“Pihak Pertamina juga telah melayangkan surat permohonan survey jaringan PDAM untuk warga Sanggeng RT 01/RT 06 dan RT 01/03, rencana pemberian bantuan air bersih oleh Pertamina kepada warga yang telah tercemar sumurnya (Ring 1 Fuel terminal Manokwari) survey jaringan Pipanisasi air ke warga Sanggeng,” terang Yusuf dalam jumpa pers, yang didampingi Ketua RT 01/RW 06 Boy Baransano dan Fuel Terminal Manager Manokwari Sebedeus Pangandaheng, di Aula Kantor Kejati-PB, Senin 10 Agustus 2020.

Dikatakan Yusuf, pihak Kejati Papua Barat masih menunggu jawaban dari pihak PDAM, dan akan menyurati lagi untuk segera dilakukan survei Pipanisasi, agar bisa diketahui berapa banyak biaya yang akan ditanggung oleh Pertamina, dan masyarakat secepatnya bisa gunakan air PDAM.

“Walaupun PDAM nanti masuk ke rumah warga, tetap pihak Pertamina akan membersihkan sumur dengan cara dikuras airnya yang tercemar agar tidak berbau dan bertanggung jawab akan hal ini,” terang Yusuf.

Kata Yusuf, tidak menggunakan sumur untuk kebutuhan sehari-hari, tak mengapa, yang penting bersih dan sudah dikuras sumurnya, dengan harapan masyarakat bisa terbuka untuk menerima apa yang akan dilakukan dan diberikan pihak Pertamina kepada warga RT 01 RW 06 dan RT 01 RW 03.

Disamping itu juga, bagi warga yang terkena dampak pencemaran secara langsung hingga sakit dan masuk Rumah Sakit (RS) akan dibiayai oleh Pertamina.

“Kemungkinan yang lain belum dibiayai, karena ketidaktahuan pihak Pertamina, nanti melalui ketua RT Boy Baransano akan mengusulkan kepada Pertamina siapa yang belum terkoordinir dan yang sudah berobat sendiri, sehingga sepenuhnya dapat dibiayai oleh pihak Pertamina,”terangnya. 

“Kini yang menjadi kendala sampai sekarang adalah PDAM belum melakukan survey jaringan PDAM di RT 01/RW 06 dan RT 01/RW 03 Sanggeng maka dimohon agar masyarakat bersabar, karena semua upaya telah dilakukan dan tidak ada yang mengacuhkan masalah ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 01/RW 06 Sanggeng, Boy Baransano menuturkan, bahwa aksi pemalangan yang dilakukan warganya di Depot Pertamina Manokwari itu adalah aksi spontan, dan tidak mengurangi semangat proses pengadilan yang didorong. 

“Sampai dengan hari ini dampak pencemaran air, lewat mediasi dengan Kejaksaan Tinggi Papua Barat tidak merugikan sedikit pun, nanti akan dimediasi lagi oleh Kajati, itu semua akan dihitung saya pikir pihak Pertamina sangat paham sekali akan hal ini,” kata Baransano. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.