Sanusi Rahaningmas Minta Uji Coba Vaksin Corona Dimulai Dari Para Menteri Dan Keluarganya 1 20200812 130808
Anggota DPD-RI Dapil Papua Barat, M Sanusi Rahaningma. [Foto: istimewa]
Metro Nasional

Sanusi Rahaningmas Minta Uji Coba Vaksin Corona Dimulai Dari Para Menteri Dan Keluarganya

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Berbagai upaya dalam penanganan wabah Corona (Covid-19) yang melanda hampir kurang lebih 7 bulan di seluruh negara masih terus berjalan hingga saat ini. Begitu pun dengan Indonesia, berbagai cara dilakukan untuk menekan penyebaran virus tersebut menurun. Dengan berbagai upaya itu, Indonesia telah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 900 triliun tetapi belum ada hasil yang maksimal. 

“Uang sebanyak itu dikeluarkan tapi belum ada hasil yang maksimal, sehingga membuat masyarakat tidak percaya dengan hal-hal tersebut akibat bosan dengan kebijakan pemerintah,” tulis Anggota DPD-RI Dapil Papua Barat, M Sanusi Rahaningmas kepada media ini. Selasa 11/8/2020.

Dikatakan Sanusi, terkait dengan upaya penanganan virus Corona di Indonesia, ketua tim covid nasional yang juga selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir bersama Menteri Kesehatan (Menkes), Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K), ingin mengadakan uji coba vaksin buatan asal china, yang menurut pendapat banyak orang vaksin tersebut belum pernah digunakan di sana tetapi malah digunakan pertama kali di Indonesia dan rencana uji cobanya pada bulan januari 2021. “Jangan sampai rakyat Indonesia dijadikan kelinci percobaan dengan vaksin  tersebut,” kata Senator dari Papua Barat ini.

Untuk itu, Sanusi meminta agar uji coba vaksin dimulai dari para menteri, khususnya menteri kesehatan, menteri BUMN beserta keluarga dan staf kementrian sebelum diberikan kepada rakyat indonesia. Bahkan menurut Sanusi, hal ini juga mendapat tanggapan dari mantan menteri kesehatan, Siti Fadilah beberapa waktu lalu.

“Karena itu adalah program menteri jadi selayaknya menteri dan keluarganya yang terlebih dulu menggunakan vaksin itu. Ini sama halnya dengan program kalung penangkal corona oleh kementerian pertanian (kementan) melalui badan penelitian dan pengembangan pertanian (balitbangtan) itu hasilnya lebih dulu dibagi kepada para menteri dan pejabat negara lainya,” ujar Sanusi.

Sanusi menambahkan, menteri BUMN, Erick Thohir dalam satu wawancara di salah satu stasiun televisi mengatakan, untuk uji coba vaksin tersebut sebagai pimpinan mendapat giliran belakangan, sementara para staf dan masyarakat yang duluan di uji coba. “Sama halnya dengan kalung penangkal Corona, yang duluan menggunakan itu oleh para bos-bos, hal demikian tentunya sangatlah tidak adil,” tutup Sanusi. [red]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.