Maxi Ahoren Tolak 26 Orang 'Siluman' CPNS Masuk di MRP Papua Barat 1 IMG 20200813 WA0046
Ketua MRP Provinsi Papua Barat Maxi Ahoren. [Foto: sus]
Metro

Maxi Ahoren Tolak 26 Orang ‘Siluman’ CPNS Masuk di MRP Papua Barat

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Hasil Pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Provinsi Papua Barat untuk 1.283 orang dirasakan adanya kejanggalan. Pasalnya, pengumuman tersebut tidak dilakukan secara terang terangan dengan menempel nama nama yang lolos.

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat, Maxi Ahoren menuturkan kejanggalan ini muncul lantaran 14 honorer di lembaga MRP Papua Barat tidak lolos, tetapi 26 orang yang lolos masuk di lembaga ini tidak diketahui sepak terjangnya dari mana sampai bisa masuk.

“26 orang yang lolos masuk di lembaga ini, tidak diketahui sepak terjangnya dari mana sampai bisa masuk di MRP Papua Barat. Padahal 14 honorer ini selalu bekerja dan mereka sudah bertahun-tahun ada di lembaga ini, dan mereka memiliki slip gaji juga tapi tidak lolos. Heran orang yang tidak dikenal bahkan mengisi daftar hadir pun tidak pernah, malah mereka yang duduk disini,” jelasnya kepada sejumlah wartawan, Kamis 13 Agustus 2020.

Menurutnya, tidak hanya di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja yang mengalami banyak ‘siluman’ CPNS, di MRP juga turut menjadi korban, karena di MRPB terdapat 26 orang yang tidak dinilai tidak bekerja namun bisa dinyatakan lolos tes.

“Sedangkan 14 orang yang aktif dan sampai sekarang ini sedang kerja nama mereka tidak ada. Harap ini menjadi catatan Bapak Gubernur, ” ujarnya.

“14 orang yang bekerja di MRP- PB dan tidak ada nama, telah melalui proses pengusulan, tetapi sampai dengan hari ini tidak ada dan tetap mereka berpatokan pada 26 nama-nama yang ada,” tambahnya lagi.

Dia menambahkan, berdasarkan informasi yang didapatkan, ia menduga bahwa mereka adalah titipan pejabat, karena setelah dikroscek, ternyata ada 26 nama yang masuk dalam MRP. 

“Kami sudah menyurati kepada Gubernur melalui BKD mempertanyakan status dari 26 orang siluman ini dan bagaimana nasib 14 orang yang saat ini kerja. Dan nama-nama yang lulus harus ditempel supaya MRP-PB juga tahu orang-orang ini kerja dimana,” tandasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.