Anak Papua Juga Bisa Jabat Kapolres di Papua Barat 1 20200814 132114
Saat Ketua MRP Provinsi Papua Barat Maxi Ahoren bertemu Wakapolri dan Karo SDM Mabes Polri. [Foto: Istimewa]
Metro

Anak Papua Juga Bisa Jabat Kapolres di Papua Barat

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Ketua MPR Provinsi Papua Barat, Maxi Ahoren mengatakan, bahwa anak Papua bisa menduduki jabatan Kapolres di Papua Barat. Ini disampaikannya saat bertemu langsung dengan Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolri) Republik Indonesia, Komjen Gatot Eddy Pramono, didampingi Karo SDM PB di Mabes Polri. Kamis 13/08/2020.

Dalam pertemuan itu juga membahas terkait kondisi Kamtibmas yang aman dan terkendali di Papua Barat, dan kuota penerimaan polisi untuk OAP. “Kami MRPB melakukan tugasnya, kami meminta perhatian terkait masa depan anak asli Papua untuk dapat menjadi pemimpin di tanahnya sendiri,” tuturnya. Kamis 13/08/2020.

Menyangkut penerimaan polisi baik Bintara, Tamtama dan Akpol, menurut Maxi harus melihat standard Orang Asli Papua (OAP). Seperti dalam pernyataan surat keputusan (SK) dari pusat bahwa 60 persen untuk orang Papua dan 40 persen nusantara. “Sebenarnya mencapai kuota 60 persen untuk orang papua itu sangat sulit, tapi tetap harus berpegang dengan perjanjian dari pusat,” ucap Ahoren.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta kepada Wakapolri agar segera menempatkan orang papua asli menduduki jabatan Kapolres di Papua Barat. Di Papua Barat lanjut dia terdapat 13 kabupaten dan 1 kota, minimal ada 6 orang kapolres anak papua yang menduduki jabatan tersebut namun kenyataannya saat ini tidak ada satupun anak papua menduduki jabatan itu. “Hanya Dansat Brimob Polda Papua Barat Kombes Pol Semmy Ronny Tabaa anak asli Papua dari Serui provinsi papua,” jelasnya.

Dikatakan Maxi, hari itu juga Wakapolri langsung memerintahkan Karo SDM Mabes Polri untuk segera menindaklanjuti, serta mengecek kendala apa yang dialami agar segera dilakukan kenaikan kepangkatan bagi anak Papua.

“Menyangkut posisi anak papua yang telah diganti SDM Polda Papua Barat agar melihat dan memperhitungkan kinerjanya secara baik dan kalau bisa posisi dir sdm diduduki oleh anak asli papua,” kata mantan anggota DPR Provinsi Papua Barat itu.

Maxi menambahkan, ia bersyukur berkat rekomendasi yang dikeluarkan dari lembaga MRP PB, terdapat tiga anak asli Papua lulus Akpol, mereka berada pada posisi aman. Ketiga anak ini sudah dikirim dan harus tetap melanjutkan pendidikan, mereka jangan kembali ke Papua Barat jika belum lulus dari Akpol.

“Saya sudah menyampaikan bahwa polisi dikatakan berhasil apabila menyiapkan anak-anak asli papua dapat menduduki jabatan sebagai perwira-perwira di dalam kepolisian. Bagaimana harkat dan martabatnya anak papua diangkat dan mereka adalah generasi penerus yang akan memimpin di tanahnya sendiri,” pungkasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.