Kejati PB Bersama Pertamina Survei Pengurasan Sumur Warga Yang Tercemar di Sanggeng 1 IMG 20200815 WA0075
Kejati Papua Barat Yusuf mengecek langsung Pipanisasi PDAM dan Pengurasan Sumur di RT 01/RW 06 Sanggeng. [Foto: sus]
Metro

Kejati PB Bersama Pertamina Survei Pengurasan Sumur Warga Yang Tercemar di Sanggeng

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Langkah non litigasi terus di lalukan pihak Kejaksaan Tinggi Papua Barat bersama pertamina untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran terhadap sumur warga akibat kebocoran tangki Pertamina sehingga merembes sampai ke sumur-sumur warga yang berada di sekitar Ring Pertamina. 

Survei kedua yang dilakukan ini untuk pendataan terhadap warga Sanggeng yang sakit akibat terdampak pencemaran air sumur, melakukan pengurasan terhadap 20 sumur warga, serta pengukuran titik-titik yang ditentukan untuk pipanisasi hingga ke PDAM. Survei kedua kali ini dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Yusuf bersama pihak Pertamina dan PDAM.

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat Yusuf mengatakan, sesuai dengan kesepakatan bersama hari ini diupayakan untuk pembersihan sumur-sumur yang diduga berdampak terhadap pencemaran lingkungan.

Sumur-sumur tersebut yang teridentifikasi berjumlah 20 sumur, namun tadi saya sampaikan jangan terlepas 20 saja tetapi yang lain juga agar totalitas bisa menyehatkan masyarakat,” tutur Yusuf kepada sejumlah wartawan di Sanggeng, Sabtu 15 Agustus 2020.

Hari ini juga sudah disepakati dari PDAM diatas nanti akan turun pipa baru sampai kesasaran titik-titik titik yang telah dilakukan survey pemasangan pipanisasi beserta meteran airnya sesuai dengan titik-titiknya.

Setelah itu telah disepakati komplain warga yang sakit-sakit yang terdampak langsung maupun yang tidak terdampak langsung yang akan diklarifikasi oleh Boy sekali ketua RT 1, RW 6, untuk di data langsung agar mendapatkan kompensasi dari PT Pertamina untuk pengganti berobat,” terangnya.

Kata Yusuf kita juga berupaya keras agar tanggal 18 atau 19 air sudah bisa mengalir, tapi untuk hari ini kita upayakan dulu untuk jalur pipanya, kalau sudah ada saluran baru airnya. 

Kami berharap PDAM bekerja cepat agar bisa terealisasi apa yang diharapkan masyarakat, dan kita dari pihak Jaksa Pengacara telah menyarankan Pertamina untuk memenuhi bukan saja hanya tuntutan, tetapi memberikan bantuan lah istilahnya, dan kita tidak berpikir menang atau kalah di peradilan Litigasi dan nonlitigasi ini kita percepat untuk mensejahterakan rakyat terdampak terutama yang diguna tercemar lingkungan,” bebernya.

Ditambahkan Yusuf yang mana agenda hari ini adalah pipanisasi, pembersihan sumur dan ditambah lagi dengan perawatan yang terdampak kesehatan, saat ini dimulai dari rumah Boy Baransano selaku ketua RT 1 RW 6 kemudian dilakukan sumur dan rumah-rumah warga yang terdampak.

“Yusuf mengatakan ini merupakan suatu kebanggaan kita jika ini terealisasi, setidaknya harapannya masyarakat melalui Boy menjelang 17 Agustus ini terpenuhi kemerdekaan mereka mendapatkan kesehatan dan kebersihan dari Pertamina Cq Negara,” ucapnya.

Untuk mengalirkan air ini tidak butuh waktu hingga dua bulan karena alat-alatnya sudah ada, sehingga kita berharap tenggang waktu sampai tanggal 18 itu pipanisasi sudah masuk

Untuk menyeberangkan pipa kita sudah minta izin kepada PU untuk membelah jalan, yang mana hitungan mereka dua bulan itu merupakan totalitas kalau hitungan saya ngapain mau lama-lama kalau bisa menambah pekerjanya

Kita sudah meminta izin PU untuk pembongkaran jalan pipanisasi dari PDAM, hitungan dua bulan yang kemarin disampaikan itu untuk totalitas, kalau hitungan saya ngapain lama-lama kalau bisa diperbanyak yang kerja biar cepat selesai,” tandas Yusuf. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.