Ketua DPD Gercin PB: Otsus Percepat Pembangunan Serta Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Papua 1 20200825 140433 1
Ketua DPD Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) Papua Barat, Napoleon Fakdawer [Foto: sus]
Metro

Ketua DPD Gercin PB: Otsus Percepat Pembangunan Serta Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Papua

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Ketua DPD Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) Papua Barat, Napoleon Fakdawer mendukung perpanjangan Otonomi Khusus (Otsus) jilid II. Ia menilai untuk mempercepat pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat di Papua dan Papua Barat, pemerintah mengucurkan dana hibah (otsus) sebagai konsekuensi status otonomi khusus.

“Kami mendukung perpanjangan otsus untuk kesejahteraan masyarakat banyak,” jelasnya di Sekertariat DPD Gercin Papua Barat, Selasa 25 Agustus 2020.

Dikatakan, kebijakan penggunaan dana otsus itu telah berhasil di Papua Barat, contohnya adanya perekrutan 1.000 anak papua menjadi TNI, mencetak pemimpin di institusi keamanan TNI-Polri yang kini masih menjabat, seperti Letjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra, Mayjen TNI Herman Asaribab, Irjen Pol Paulus Waterpauw dan lain sebagainya.

“Mereka itu anak papua semua, belum lagi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mereka juga anak papua yang lebih banyak dari pada pendatang. Apabila ada yang mengatakan otsus itu gagal berarti mereka tidak memahami keberhasilan otsus,” ujarnya.

Belum lagi pembentukan lembaga yang dibiayai dari dana otsus, misal pendidikan, kesehatan dan infrastruktur itu semua dari dana otsus yang kita digunakan, karena jika hanya dana dari APBD Provinsi saja pasti kurang. Apalagi Papua dan Papua Barat yang geografisnya cukup extrem, sangat berbeda dan penuh resiko.

“Beberapa kelompok berteriak otsus gagal, hingga membuat kekuatan dan mengganggu keamanan Papua dan Papua Barat, jangan ada dusta diantara kita tidak semua pemberlakuan dan kebijakan dari dana Otsus itu gagal, malah sangat terbantukan untuk orang asli Papua,” ucapnya.

Menurutnya, yang gagal adalah tidak adanya transparansi pengelolaan dana otsus itu sendiri, akhirnya menjadi pertanyaan dari masyarakat. Seharusnya pemberlakuan menggunakan dana otsus harus diumumkan berapa banyak uang yang diberikan oleh pemerintah pusat.

“Karena pemerintah pusat melalui otsus telah memberikan dana yang cukup besar untuk masyarakat papua dan dikelola oleh pemerintah daerah, untuk itu merekalah sesungguhnya yang bertanggung jawab terhadap penggunaan dana otsus itu sendiri sehingga ketika bola liar itu mengatakan bahwa otsus itu gagal maka kembali bertanya siapakah yang mengelola dana Otsus itu,” paparnya.

Dia mengajak kepada semua anak bangsa anak adat di seluruh tanah papua, mari bergandengan tangan bersama pemerintah, TNI dan Polri kita membangun Papua menjadi lebih maju. Mari kita diberikan ruang untuk memperbaiki mengoreksi sehingga otsus tetap bisa berjalan mensejahterakan masyarakat papua , membuat masyarakat di papua lebih makmur, lebih sehat dalam menghadapi situasi dan kondisi hari ini.

“Mari kita jaga tanah papua lebih bermartabat dan lebih terhormat di dalam bingkai NKRI. Jaga Papua jaga Indonesia JAYA,” pungkasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.