Belum Bisa Terima Kematian R, Keluarga Korban Bersama Warga Pulau Doom Gelar Aksi di Polres Sorong Kota 1 IMG 20200831 WA0021
Ibu almarhum GR saat melalukan aksi demo di halaman Polres Sorong kota. [Foto: ana]
Metro

Belum Bisa Terima Kematian R, Keluarga Korban Bersama Warga Pulau Doom Gelar Aksi di Polres Sorong Kota

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Puluhan warga pulau Doom menggelar aksi demo di halaman Polres Sorong kota, Senin 30 Agustus 2020. Mereka menuntut kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menyebabkan R (21), terduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan yang tewas akibat dianiaya tahanan Polres Sorong kota. 

Massa melakukan aksi demo dengan membawa sejumlah selebaran yang bertuliskan kekesalan mereka terhadap kinerja kepolisian. Kekesalah mereka dipicu, R yang terduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan tersebut tewas usai dianiaya tahanan yang ada di Polres Sorong kota. Mereka menilai, kepolisian tidak maksimal dalam melaksanakan tugas dan pengawasan, terutama di dalam sel tahanan.

Ibu dari almarhum R, Rosita Urbinas mengaku sangat kecewa, di mana pihak keluarga secara kooperatif menyerahkan anaknya ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum, namun belum 1×24 jam R sudah dinyatakan meninggal dunia.

“Saya datang serahkan anak saya ke kantor polisi dalam keadaan sehat, tapi belum 1×24 jam sudah meninggal. Saya menyesal sekali, kalau tahu anak saya juga ditembak di kaki sama polisi, saya tidak akan serahkan dia,” ujar Rosita sambil berlinang air mata. Rosita juga mengaku kesal, karena kepolisian dinilai tidak dapat melindungi anaknya yang dianiaya oleh tahanan lainnya.

Belum Bisa Terima Kematian R, Keluarga Korban Bersama Warga Pulau Doom Gelar Aksi di Polres Sorong Kota 2 IMG 20200831 WA0020
Warga yang membawa pamflet yang bertuliskan kekesalan. [Foto: ana]
“Orang tua mana yang tahan lihat anaknya diperlakukan seperti ini. Saya tahu anak saya salah, berapa tahun pun dia di penjara saya ikhlas tapi kenapa harus seperti ini. Saya minta juga orang yang aniaya anak saya diproses hukum dengan berat, begitu juga anggota yang menembak kaki anak saya, ” ucap Rosita.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan bahwa pihaknya akan bertanggungjawab jawab atas kejadian itu. Ia menegaskan, bahwa dirinya tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut.

“Saya sebagai Kapolres bertanggung jawab atas kejadian ini, artinya semua kegiatan dan perintah yang dilaksanakan atas perintah saya, mulai pemeriksaan dan sebagainya. kemudian saya minta, kita juga harus sabar. Saya akan bertindak profesional dan komitmen. Saya tidak akan lihat siapa disitu, kalau ditemukan anggota saya ada pelanggaran saya akan proses, “tegas Kapolres.

Ary menuturkan, bahwa ia tidak sendiri dalam menangani kasus tersebut. Sebab, Dirkrimum Polda Papua Barat juga ikut turun tangan melakukan pemeriksaan.

“Silahkan nanti dikawal proses ini, saya juga tidak sendiri, karena kita akan diperiksa Propam Polda Papua Barat dari Dirkrimum supaya nanti objektif hasilnya. Nanti kalau sudah ada hasilnya kita akan sampaikan,” pungkas Ary. [ana]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.