Imanuel Yenu: Otsus Percepat Pembangunan di Papua Dan Papua Barat 1 20200903 005845
Plt. Gerakan Merah Putih Papua Barat, Imanuel Yenu [Foto: sus]
Metro

Imanuel Yenu: Otsus Percepat Pembangunan di Papua Dan Papua Barat

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Pelaksana tugas (Plt) Gerakan Merah Putih Provinsi Papua Barat, Imanuel Yenu menyampaikan, jika pihaknya mendukung jalannya Otonomi Khusus (Otsus) karena mempercepat pembangunan di Papua dan Papua Barat.

Dia mengatakan, otsus yang sudah berjalan hampir 20 tahun sejak ditetapkan tahun 2001 bertujuan mengangkat harkat dan martabat khususnya orang papua. Hal itu nampak saat papua sebelum adanya otsus dan sudah ada, terlihat pembangunan di papua dan papua barat begitu pesat contoh kecil di Manokwari, Sorong dan kabupaten kabupaten lain. Tentunya hal tersebut berbanding terbalik sebelum ada otsus masyarakat papua begitu tertinggal, namun dengan adanya otsus masyarakat begitu leluasa melakukan perubahan.

“Dulu sebelum ada otsus pesawat besar tidak bisa masuk Manokwari, karena bandara belum di bangun, sekarang pesawat besar bisa masuk termasuk ke Sorong memuat anak anak papua bisa keluar daerah menikmati pendidikan di seluruh indonesia. lain itu dari segi pendidikan, anak anak papua bisa menikmati pendidikan yang tadinya susah kami jangkau tapi sekarang kami bisa menjangkaunya. Belum lagi universitas banyak di provinsi papua barat ini yang sampai hari ini sudah melahirkan anak anak papua yang berprestasi sehingga pendidikan tidak lagi menjadi sesuatu yang langka di tanah ini. Itu beberapa manfaat otsus,” terangnya. Selasa, 02 September 2020.

Negara ini lanjut dia, telah memberi dana yang begitu besar kepada masyarakat papua membangun daerahnya melalui otsus. “Begitu juga dari segi kesehatan, banyak rumah sakit yang tadinya tertinggal, sedikit demi sedikit dibenahi sehingga anak anak papua bisa menikmati sarana prasarana kesehatan dengan layak,” ucapnya.

Menurut dia yang juga mantan anggota DPR Provinsi Papua Barat ini, memang disadari dalam pengelolaan otsus masih ada kekurangan tetapi untuk diperbaiki bukan menghilangkannya. “Hari ini otsus kita punya, Gubernur dan wakil gubernur itu orang asli papua, ada DPR jalur otsus, ada juga MRP yang merupakan produk otsus, bisa kita bayangkan kalau otsus tidak lagi ada, artinya kita akan melaksanakan undang undang secara nasional, itu berarti siapa saja anak bangsa indonesia dari Sumatera, Maluku, Jawa Madura, Kalimantan boleh datang kemari (kesini) menjadi Gubernur, DPR dan tentu DPR jalur otsus tidak akan ada lagi, MRP pun demikian,” terangnya.

“Ini kerugian buat kita, menurut saya belum waktunya kita menolak otsus, kita belum siap melaksanakan undang undang yang bersifat nasional, karena untuk orang papua belum bisa. Sabar dulu kita tetap jalan dengan otsus dulu sehingga memberi ruang untuk kita berkembang karena kalau menolak otsus itu sama dengan mengikuti undang undang nasional dalam kondisi orang orang Papua yang belum siap untuk bersaing. Kompetisi secara nasional itu akan menjadi kerugian di pihak kita papua. Kita ambil contoh saja penerimaan pegawai kemarin yang bersifat online, orang papua banyak yang tidak lulus seleksi sehingga terjadi protes dimana mana mana. Itu, akibat dari itu menandakan bahwa kita belum siap untuk menolak otsus, kita tetap harus ada dalam otsus karena otsus ini adalah sesuatu yang baik,” tambahnya lagi.

Dia berharap kepada semua masyarakat papua untuk mempertimbangkan kembali dengan baik, walaupun ada kekurangan kekurangan pada otsus justru dibenahi bukan menolak. Dengan bersama sama satu pikiran satu hati perbaiki otsus agar kedepan akan lebih memberi dampak positif kepada orang papua.

“Jangan kita menolak niat baik dari negara, negara telah memberikan kewenangan kepada kita mari kita gunakan dengan baik kita tidak boleh kembali menyalahkan negara bahwa negara tidak berhasil dalam memberikan kewenangan, ini sesuatu yang keliru justru kewenangan ada di Gubernur, DPR, MRP dan kepala daerah untuk mengatur semua ini. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan sebagai pertimbangan dan juga motivasi untuk bagaimana papua lebih baik kedepan. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.