Pertama Kalinya, Kejari Manokwari Lakukan Keadilan Restoratif Perkara Pidana Umum 1 IMG 20200911 WA0036
Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari, Damly Rowelcis, didampingi oleh Kasipidum Kejaksaan Manokwari, Roberto Sohilait dan Jaksa Penuntut Umum Binang Maritsal Yomaki. [Foto: sus]
Metro

Pertama Kalinya, Kejari Manokwari Lakukan Keadilan Restoratif Perkara Pidana Umum

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Untuk pertama kalinya Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari melakukan restorative justice atau keadilan restoratif terhadap kasus pidana umum, tindak pidana pencurian yakni suami sebagai tersangka dan istri sebagai korban.

Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari, Damly Rowelcis mengatakan, tindak pidana dalam kasus ini adalah, suami telah mencuri barang berharga milik istri, seperti sepeda motor, handphone dan laptop, yang mana barang-barang tersebut ternyata telah digadaikan oleh suami namun, melalui kesepakatan restorative justice dilakukan dengan pencabutan tuntutan lantaran istri telah memaafkan dan saat ini tengah hamil 6 bulan dan suami juga tidak akan melakukan perbuatannya lagi, sehingga mereka mau bersama kembali membuka lembaran baru dalam biduk rumah tangga, dan langsung dibebaskan oleh Polsek Amban karena kasus tersebut telah dicabut perkaranya,

“Ini untuk pertama kalinya terjadi di Manokwari, melalui kesepakatan restorative justice dilakukan dengan pencabutan tuntutan,” jelasnya di Aula kantor Kejaksaan Negeri Manokwari, Jumat 11 September 2020.

Dikatakan, restorative justice ini merujuk pada peraturan jaksa agung no 15 tahun 2020. Dimana penghentian penuntutan memungkinkan untuk perkara tindak pidana umum dengan ancaman hukuman dibawah lima tahun. Yang paling terpenting adalah kesepakatan berdamai dan ganti rugi antara tersangka dan korban, semua sudah terpenuhi.

“Sebelum restorative justice akan dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan Kejaksaan Tinggi Papua Barat, hingga dikeluarkan surat perintah penghentian penuntutan. Mereka suami/istri telah berdamai, dan suami berjanji tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kerugian negara juga sudah dikembalikan, dan restorative justice hanya berlaku untuk pidana umum,” pungkasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.