Kinerja Dan Keberhasilan Kabupaten Teluk Bintuni Meningkat  1 IMG 20200912 WA0031
Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT pemaparan Nota Pengantar LKPJ 2019. [Foto: istimewa]
Metro

Kinerja Dan Keberhasilan Kabupaten Teluk Bintuni Meningkat 

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BINTUNI, BeritaAktual.co Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Indeks sebagai ukuran keberhasilan atau (performance) suatu daerah dalam bidang pembangunan manusia. Bupati Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiw, MT menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019 di Aula Kantor DPRD Teluk Bintuni. Selasa 07/10/ 2020. 

LKPJ Bupati Tahun 2019 diterima oleh 4 Fraksi DPRD Teluk Bintuni. Dalam LKPJ tersebut Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT memaparkan, pencapaian kinerja pemerintah daerah untuk persentase penduduk berusia 15 tahun keatas dengan kemampuan membaca dan menulis di Teluk Bintuni mengalami peningkatan, yakni meningkat dari 97,47% pada tahun 2018, menjadi 97,93% atau sebesar 0,46%.  

Kemudian angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) atau Mean Years School (MYS) sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk usia 15 tahun keatas dalam menjalani pendidikan formal di Kabupaten Teluk Bintuni. Dalam RLS ini juga mengalami peningkatan dari 7,77 pada tahun 2018, menjadi 7,95 di tahun 2019, meningkat sebesar 0,18.

Angka Harapan Lama Sekolah Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) atau lamanya sekolah (dalam tahun) di Kabupaten Teluk Bintuni, meningkat dari 11,94 tahun pada tahun 2018, menjadi 12,17  di tahun 2019, meningkat sebesar 0,23 persen. Sementara, Angka Harapan Hidup (AHH) atau perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup di Kabupaten Teluk Bintuni juga mengalami peningkatan dari 60,15 tahun 2018, menjadi 60,60 tahun, meningkat sebesar 0,45 persen.

Dikatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Human Development Indeks yakni mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup yang meliputi beberapa komponen antara lain: Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi di Kabupaten Teluk Bintuni. IPM juga mencatat pertumbuhan positif dari 61,81 pada tahun 2016, menjadi 64 pada tahun 2019, atau meningkat sebesar 2,19 persen. Yang mana Kabupaten Teluk Bintuni kini berada di urutan ke 6 dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat. Hal ini juga dipertegas IPM sektor Ekonomi Kabupaten Teluk Bintuni akan kualitas daya beli masyarakat yang terus meningkat.

Kinerja Pemerintah Daerah di Bidang Ekonomi:

Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga meningkat dari 28,9  triliun rupiah pada tahun 2018 menjadi 31,3 triliun rupiah di tahun 2019 atau meningkat sebesar 2,4 triliun rupiah. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan juga mengalami peningkatan dari 24,5 triliun rupiah pada tahun 2018, menjadi 25,4 triliun rupiah di tahun 2019 artinya meningkat.

Produk Domestik Regional Bruto mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 3.57%. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Perkapita meningkat sebesar 27,8 Juta rupiah dari 456,6 juta rupiah pada tahun 2018, menjadi sebesar 487,4 juta rupiah pada tahun 2019. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan per kapita pun meningkat sebesar 7,1 juta rupiah dari 387,5 juta rupiah pada tahun 2018 menjadi 394,6 juta rupiah di tahun 2019. Pengeluaran per kapita meningkat dari 9.622.000 pada tahun 2018 menjadi 9.821.000 pada tahun 2019 atau meningkat sebesar Rp. 199.000,-

Untuk PDRB merupakan jumlah nilai tambah, atau jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha di Kabupaten Teluk Bintuni pada Tahun 2019. PDRB digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, termasuk mengukur pertumbuhan ekonomi daerah, baik secara sektoral maupun struktural, dan dapat dijadikan sebagai alat kontrol dalam pelaksanaan dan evaluasi hasil pembangunan bidang ekonomi. 

Indikator diatas, menggambarkan bahwa perekonomian daerah di Kabupaten Teluk Bintuni di tahun 2019, bertumbuh positif dan telah memberi dampak terhadap terciptanya lapangan pekerjaan, penyerapan dan menurunkan angka pengangguran dan angka kemiskinan. Ini juga berdasarkan publish Badan Pusat Statistik (BPS), yang menetapkan 20 Kota di Indonesia dengan tingkat pertumbuhan perekonomian dan kemakmuran tertinggi pada tahun 2018. DKI Jakarta menempati urutan pertama dengan pendapatan per kapita sebesar 370,1 juta per tahun, sementara Kabupaten Teluk Bintuni masuk di urutan kedua dengan pendapatan per kapita sebesar 328,48 juta per tahun, selanjutnya Kabupaten Mimika Provinsi Papua berada di urutan kelima dengan pendapatan per kapita 242,3 juta per tahun. 

Pekerjaan ruas jalan yang ditangani dan jenis pengerasan yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2019:

  • Pengerjaan aspal = 10,21 kilometer.
  • Pekerjaan pemeliharaan (Over Layer) =3,47 kilometer.
  • Pekerjaan pembukaan jalan (Tanah) = 1,32 kilometer.
  • Pekerjaan timbunan pilihan = 118, 31 kilometer.
  • Pembangunan jembatan kayu = 6 unit.
  • Pembangunan gorong-gorong (plat duiker) = 5 unit.
  • Pembangunan jembatan gantung = 3 unit.
  • Pembangunan saluran drainase (box culvert) = 8 unit.
  • Pekerjaan talud = 3.469 M.
  • Pembangunan paga = 1.971 M.
  • Pekerjaan Drainase/paket masyarakat = 18.923 M.
  • Pekerjaan cor beton/paket masyrakat = 14.974 M/jasa konsultansi perenc teknis jalan = 282,27 kilometer.

Pekerjaan Tahun Anggaran 2019 juga meliputi: 

  • Pembangunan Drainase/saluran air 2.619 meter.
  • Pembangunan Talud 805,20 meter.
  • Sarana air bersih 6 kegiatan.
  • Normalisasi sungai 2,6 kilometer.
  • Pemeliharaan Saluran Irigasi 1 kegiatan

Jika dipresentasikan, pekerjaan talud mencapai 33%, normalisasinya mencapai 14 persen, rehabilitasi jaringan mencapai 5 persen, Drainase 11 persen,dan Pembangunan air bersih 37 persen. 

Pekerjaan Tahun Anggaran 2018:

  • Pekerjaan aspal = 2,45 kilometer.
  • Pekerjaan pemeliharaan (over layer) = 1,5 kilometer.
  • Pekerjaan pembukaan jalan (tanah)= 16 kilometer.
  • Pekerjaan timbunan pilihan = 51,2 kilometer.
  • Pembangunan jembatan kayu = 2 unit.
  • Pembangunan gorong-gorong (plat duiker) = 2 unit.
  • Pembangunan jembatan gantung = 2 unit.
  • Pembangunan saluran drainase (box culvert) = 1 unit.
  • Pekerjaan talud = 275 meter.
  • Pembangunan pagar = 600 meter.
  • Pekerjaan drainase/paket masyarakat = 5.62,5 meter.
  • Pekerjaan cor beton/paket masyrakat = 6.451,54 meter.
  • Jasa konsultansi perenc teknis jalan = 276,79 kilometer.

Pekerjaan Tahun Anggaran 2018 juga meliputi:

  • Pembangunan Drainase dan saluran air 7.257,27 meter.
  • Pembangunan Talud 1.717,8 meter.
  • Sarana Air bersih 8 kegiatan
  • Normalisasi Sungai 6,56 kilometer.
  • Pemeliharaan saluran irigasi  2 kegiatan.
  • Perluasan Jaringan 1 kegiatan

Pekerjaan Tahun Anggaran 2017:

  • Pekerjaan Lapis Penetrasi (Lapen) = 1,14 kilometer.
  • Pekerjaan Latasir atau aspal sand sheet =3,55 kilometer.
  • Pekerjaan Rigid/cor = 11,49 kilometer.
  • Pekerjaan Timbunan Pilihan = 123,61 kilometer.
  • Pembangunan Jembatan Kayu = 4 unit.
  • Pembangunan Plat Duiker = 2 unit.
  • Pembangunan Jembatan Sementara/Baja = 2 unit.
  • Pembangunan Box Culvert = 4 unit.

Pembangunan di Bidang pengairan dengan capaian Tahun Anggaran 2017 juga disertakan yakni: 

  • Pembangunan Drainase: 18,54 kilometer.
  • Pembangunan Talud: 2,3 kilometer.
  • Normalisasi 12 Kegiatan

Pekerjaan Tahun Anggaran 2016:

  • Pekerjaan Aspal/Lapen/Latasir/Rigid = 133,52 kilometer.
  • Pekerjaan Pemeliharaan (Over Layer) = 798,58 kilometer. Dengan adanya penanganan infrastruktur dasar tersebut, kualitas jalan di Kabupaten Teluk Bintuni semakin meningkat. Dimana kondisi jalan aspal/lapen/rigid/latasir tahun 2016 berada pada angka 9%, meningkat menjadi 39.76% di tahun 2019, Urugan Pilihan (Urpil) meningkat dari 54% menjadi 59,91% dan jalan tanah menurun menjadi 0,33%

Dikatakan, strategi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Teluk Bintuni, dilaksanakan dengan mengacu pada pendekatan visi dan misi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu, membangun jalan terfokus pada daerah yang terisolir, kurang berkembang dan wilayah perbatasan. 

PENCAPAIAN

Pembangunan Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman tahun 2019, Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) tipe 42 sebanyak 53 unit. Pembangunan Rumah Penjaga Tempat Ibadah sebanyak 15 unit. Pembangunan Rumah di Sebyar 21 unit dengan Sumur Bor sebanyak 45 mesin. Pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) sebanyak 40 unit. Bantuan Bahan Rumah untuk 265 kepala keluarga. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya sebanyak 500 unit rumah yang tersebar di 7 distrik yakni, Manimeri, Bintuni, Aroba, Sumuri, Meyado, Tuhiba dan Tembuni.

Pembangunan Infrastruktur Kesehatan Tahun 2019, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan telah memulai membangun gedung Aids, Tuberculosis dan Malaria (ATM) Center sebagai pusat pengembangan dan pelayanan, dan telah membangun 3 unit Puskesmas dengan taraf Nasional dari 5 yang direncanakan, yaitu puskesmas Moskona Utara, Tembuni dan Merdey. Dan saat ini pemda Teluk Bintuni telah memiliki 7 puskesmas rawat inap di Merdey, Babo, Manimeri, Maskona Utara, Aranday, Tofoi dan Kuri. 

Berbagai upaya peningkatan dan pemenuhan fasilitas kesehatan di RSUD Bintuni juga dilengkapi: pembangunan medical check up (MCU), gedung poli dan rawat inap TbC, pembangunan gedung hemodialisa, pembangunan ruang server, pembangunan sistem drainase, pembangunan ruang rawat Covid-19 dan fasilitas karantina untuk keluarga pasien positif. Selain itu, pemerintah juga terus berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas peralatan dengan mengadakan alat kesehatan berupa CT Scan pada tahun 2016, Echocardiografi tahun 2018, Hemodialisa tahun 2019 dan Polymerase Chain Reaction (PCR) tahun 2020. 

Sementara Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) prioritas yang telah laksanakan adalah: menyekolahkan 8 dokter spesialis ke 4 universitas Hasanudin (UNHAS) Makassar, Unai Gunma di Jepang, yang mana saat ini kondisi SDM RSUD Bintuni memiliki 11 dokter spesialis, 12 dokter umum dan Gigi, 142 perawat dan bidan, tenaga kerja kesehatan lainnya berjumlah 53, dan tenaga umum sebanyak 76 orang. 

Dengan kondisi tersebut, RSUD Bintuni telah meraih akreditasi Paripurna 5 Bintang, dan didukung dengan sertifikasi International Organization for Standardization (Iso 9001). Pemerintah Daerah juga telah mengembangkan kerjasama untuk pasien rujukan dari Teluk Bintuni dengan RS Panti Rapih Yogyakarta, RSU UNHAS dan RS Angkatan Laut Manokwari.  

Dari segi infrastruktur pendidikan tahun 2019 juga pemerintah daerah telah membangun sejumlah sarana prasarana pendidikan TK diantaranya, pembangunan ruang kelas baru sebanyak 6 unit, rehab ruang kelas TK 2 unit, pembangunan ruang guru TK 1 unit, rumah guru 1 unit, rehab rumah guru 1 unit, meubeler TK 6 ruang kelas. Untuk sarana prasarana pendidikan SD, pembangunan ruang kelas baru sebanyak 6 unit, rehab ruang kelas 28 unit, pembangunan ruang guru 21 unit, rehab rumah guru sebanyak 6 unit, pembangunan MCK dan rehab jamban 3 unit, meubeler 38 ruang kelas.  

Sementara untuk tingkat SMP, sarana prasarana yang dibangun, pembangunan 13 unit ruang kelas baru, rehab ruang kelas 9 unit, pembangunan perpustakaan 3 unit, pembangunan laboratorium IPA 2 unit, pembangunan ruang guru 1 unit, pembangunan rumah guru 1 unit, rehab rumah guru 6 unit, pembangunan jamban 2 unit dan pengadaan meubeler SMP 22 ruang kelas.     

Pembangunan Infrastruktur Komunikasi dan Informasi. Pemerintah daerah melalui program BAKTI, telah mengembangkan program bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, telah terbangun sebanyak 47 BTS yang tersebar di 47 kampung dan 22 distrik, sehingga masyarakat di pegunungan dan pesisir sudah dapat menikmati sarana dan prasarana komunikasi yang cukup untuk membantu aktivitas kemasyarakatan dan pembangunan. Begitu pun dengan pembangunan di bidang kelistrikan, rasio elektrifikasi di Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2019 sebesar 76,43 persen daya listrik terpasang sebesar 5,450 KW. Dengan kondisi tersebut, saat ini PLN Rayon Bintuni sudah mampu melayani kebutuhan listrik masyarakat di Bintuni dan sekitarnya, dengan beban puncak antara pukul 18.00 WIT sampai dengan 22.00 WIT sebesar 3,8 MW. Pasalnya, PLN memiliki cadangan energi sebesar 1,8 MW. Yang mana pelayanan PLN semakin meningkat, ditopang dengan berdirinya PLTD baru di kilometer 4, sehingga pemenuhan kebutuhan energy listrik di Kabupaten Teluk Bintuni semakin terjamin. 

PRESTASI YANG DIRAIH

Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni dengan angka kemiskinan penduduk berhasil diturunkan dari 34.72% pada Tahun 2016 menjadi 30,57% pada tahun 2019. Dengan demikian, angka kemiskinan di Kabupaten Teluk Bintuni mengalami penurunan sebesar 4,15%. Penurunan tersebut menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. 

Perlu dipahami, bahwa kemiskinan multidimensional, dan yang lebih penting adalah pemahaman tentang penyebab kemiskinan. Salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Teluk Bintuni, karena pembentukan angka garis kemiskinan lebih dipengaruhi oleh tingkat inflasi yang masih tinggi. Selain inflasi, ketimpangan wilayah dan ketimpangan ekonomi serta produktifitas masyarakat yang masih rendah, bahkan, ditemukan indikasi rendahnya keinginan penduduk miskin untuk berjuang memperbaiki kualitas hidupnya. Hal tersebut berpengaruh terhadap upaya pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan, karena berkaitan dengan mental seseorang yang tidak berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya, sekalipun telah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah kondisi ini disebut sebagai kemiskinan kultural.

Dalam tiga tahun terakhir ini, pemerintah daerah telah membuat berbagai kebijakan strategis dan terobosan guna menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Teluk Bintuni, melalui program padat karya, bantuan modal usaha, penguatan pengusaha lokal, pengembangan sumber daya manusia, penciptaan lapangan pekerjaan, bantuan hibah di sektor pertanian dan perikanan. 

Berdasarkan target RPJMD 2016-2021, angka kemiskinan harus diturunkan dari 34,72 menjadi 30 persen, dalam waktu 5 tahun. Namun, capaian penurunan angka kemiskinan dapat mencapai target hanya dalam waktu 3 tahun, ini menunjukkan bahwa instrumen kebijakan pembangunan dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Teluk Bintuni telah berhasil dengan baik. Saat ini Teluk Bintuni masih memiliki waktu 1 tahun, untuk menjalankan program-program strategis pro rakyat, guna menarik turun angka kemiskinan melampaui target RPJMD 2016 – 2021. 

Lanjut tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Teluk Bintuni menurun dari angka 6,87 persen pada tahun 2016, menjadi 5,93 persen pada tahun 2019. Penurunan ini ditandai dengan hadirnya berbagai proyek strategis, dan didirikannya pusat pelatihan teknik industri dan migas di Kabupaten Teluk Bintuni yang berhasil melatih sebanyak 586 tenaga semi skill dengan keahlian sebagai scaffolding, welder, electrical, rigger dan pipefitter, yang sampai saat ini sudah bekerja di berbagai perusahaan nasional, termasuk yang bekerja di proyek tangguh dan proyek nasional lainnya.  

Capaian kinerja di bidang tata kelola pemerintahan juga diuraikan sebagai berikut, di bidang tata kelolah pemerintah, Kabupaten Teluk Bintuni memperoleh capaian dan penghargaan sebanyak 17, dengan rincian, di bidang Pengelolaan dan Pelaporan Keuangan Daerah tahun 2019 mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke 6 kalinya, dan yang keempat kalinya selama kepemimpinan Ir. Petrus Kasihiw dan Matret Kokop, SH. 

Nilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni terus mengalami peningkatan dari 34,99 Kategori C pada tahun 2015, menjadi 53,67 dengan Kategori CC di Tahun 2019, atau meningkat sebesar 18,68. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kinerja pemerintah semakin membaik. Untuk di Papua Barat terdapat 3 Kabupaten yang memperoleh kategori C yakni, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Sorong, Kabupaten Maybrat.

Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah secara Nasional, sebagaimana diatur dalam Kepmendagri Nomor 118-8840 Tahun 2018, Tentang Penetapan Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Secara Nasional tahun 2017, Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni berada pada peringkat 3 dari 53 Kabupaten di Wilayah Timur dan 38 Daerah Kabupaten Otonomi Khusus dengan skor 2.8689 dengan status “TINGGI”. Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di Tingkat   Provinsi Papua Barat, Kabupaten Teluk Bintuni berada di urutan pertama dengan Skor 2,9051 dengan dengan prestasi “TINGGI”.

Kabupaten Teluk Bintuni juga memperoleh Juara 2 pada pekan Inovasi tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2018. Rumah Sakit Umum Daerah Teluk Bintuni memperoleh Akreditasi Paripurna Bintang 5, dan mendapat sertifikasi ISO 9001. RSUD Bintuni adalah Rumah Sakit Tipe C Terbaik di Provinsi Papua Barat Tahun 2018. Memperoleh Top 99 tingkat nasional untuk Inovasi Komunitas Ekonomi Kreatif  (Koteka) Tahun 2018.

Penghargaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, atas keberhasilan mencapai 95 persen atau lebih cakupan kampanye imunisasi MR Fase II. Penghargaan Gubernur Papua Barat atas pencapaian 81 persen dari jumlah penduduk dengan target minimal 65 persen pada pelaksanaan pemberian obat pencegahan massal kaki gajah, tahun 2018.

Penghargaan peringkat kedua atas laporan penyelenggaran pemerintah daerah tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2018. Juara 3 lomba kampung tingkat nasional regional 4 yang diraih kampung Argosigemerai/SP 5. Dan Juara 2 Festival Pangan Lokal Tingkat Provinsi Papua Barat. Juara 3 kampung itu meliputi papua, papua barat, maluku utara, maluku, NTT dan NTB. Mendapat penghargaan dari KPPN Manokwari, sebagai daerah dengan penyerapan anggaran dana desa tercepat se Papua Barat. Pelaporan terbaik pengelolaan dana desa untuk wilayah I dari KPPN Manokwari. Penghargaan sebagai daerah dengan penyerapan realisasi DAK FISIK terbesar, yang diberikan oleh KPPN Manokwari. Mendapat nilai dari 34,99 Tahun 2015, menjadi Sakip 53,67 dengan Kategori CC Tahun 2019. Peningkatannya mencapai 18,68. Penghargaan pelayanan publik terbaik kedua bidang kependudukan, dari layanan jemput bola atau layanan jempol. Juara 3 tari kreasi daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Penerapan sistem aplikasi perencanaan terintegrasi antara perencanaan dengan penganggaran di Bappedalitbang. Penerapan Sistem Aplikasi “SAJIKU” satu hari jadi izinku, di Dinas Penanaman Modal dan PTSP. Penerapan Aplikasi “CMS” Cash Management System di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Pengembangan Sistem Aplikasi Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) di Dinas Kesehatan. Pengembangan sistem aplikasi pengawasan pajak “E-Controlling” di Badan Pendapatan Daerah. Pengembangan sistem aplikasi pembayaran pajak dan retribusi “E-Payment/E-Budgeting” di Badan Pendapatan Daerah. Penerapan sistem “Host to Host” untuk pembayaran BPHTB dan sertifikat tanah/bangunan di Badan Pendapatan Daerah. Penerapan Aplikasi perekam makan dan menginap di rumah makan dan hotel yang diterapkan oleh Badan Pendapatan Daerah. Penerapan sistem Informasi Administrasi Kependudukan dengan nama aplikasi “SIAK” yang didukung dengan Sistem “TTE” Tanda Tangan Elektronik, yang dilaksanakan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Teluk Bintuni. Sistem Aplikasi ”E-Pusda”, sistem aplikasi Elektronik Perpustakaan Daerah di Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Teluk Bintuni. Penerapan sistem aplikasi Pengelolaan Aset Daerah di BPKAD. 

Produk Hukum dan Penerbitan Perizinan

Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni menghasilkan produk hukum daerah dan menerbitkan perizinan sebagai antara lain: Peraturan Daerah yang dihasilkan selama 3 tahun dari tahun 2017 – 2019 sebanyak 13 peraturan daerah, 69 peraturan bupati dan 155 keputusan bupati. Perizinan yang diterbitkan oleh Dinas PPM-PTSP pada tahun 2019 sebanyak 17 jenis perizinan, 16 diantaranya tidak dipungut biaya, kecuali Izin Membangun (IMB) yang secara keseluruhan izin yang diterbitkan pada tahun 2019 berjumlah 1.346.  

 

Data: Bapelitbangda

 


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.