Agustus-November 22.776 Karyawan di PB Yang Aktif Bayar BPJamsostek Dapat BSU 1 IMG 20200915 WA0046
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, didampingi Wagub Papua Barat, M. Lakotani, bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ucok Saidui dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Papua Barat, Mince Wattu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Manokwari, Sunardi Syahid [Foto: sus]
Metro

Agustus-November 22.776 Karyawan di PB Yang Aktif Bayar BPJamsostek Dapat BSU

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) secara simbolis, di Aston Niu Hotel Manokwari, Selasa 15 September 2020.

Gubernur mengatakan, dengan adanya pembatasan sosial yang dilakukan pemerintah akibat Covid-19 ini, ada banyak perusahaan merumahkan karyanya hingga terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap para pekerja di perusahaan menengah dan kecil. 

Untuk itu, pemerintah telah mengucurkan dana stimulus ekonomi, dan ada bantuan sosial tunai (bansos tunai) yang diberikan kepada perusahaan atau karyawan yang masih aktif membayar BPJamsostek, di Papua Barat sebanyak 22.776 orang, dengan keseluruhannya senilai Rp 27.331 miliar.

Sedangkan di Kabupaten Manokwari karyawan yang masih aktif BPJamsostek yg ada sekitar 6.601 orang, dengan nilai Rp 7.921 miliar. Dikatakan Gubernur, terhitung sejak 24 Agustus 2020 kebijakan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, setiap karyawan mendapat Rp 600 ribu per bulan, dan diserahkan hari ini tahap pertama untuk 2 bulan Agustus dan September Rp 1.2 juta.

“Bantuan subsidi ini diberikan selama 4 bulan saja dari Agustus sampai November 2020, kepada karyawan yang aktif membayar BP Jamsostek sampai bulan Juni 2020, tahap kedua Oktober – November akan ditransfer langsung ke rekening penerima,” jelas Dominggus Mandacan dalam sambutannya, di Aston Niu Hotel Manokwari, Selasa 15 September 2020.

Lanjut Gubernur, bagi penerima bantuan subsidi syaratnya tentu harus warga negara Indonesia (WNI), terdaftar sebagai peserta aktif program BP Jamsostek sampai dengan bulan Juni 2020 dan upah yang diterima di bawah Rp 5 juta dan memiliki rekening bank yang aktif.

“Untuk mekanismenya, setiap karyawan yang aktif membayar BPJamsostek mendapatkan dana subsidi sebesar Rp 600 ribu selama 4 bulan. Terhitung sejak 24 Agustus 2020 kucuran dana dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dan akan ditransfer langsung ke rekening penerima bantuan. Uang yang akan ditransfer setiap dua bulan sekali sebanyak Rp 1.2 juta. Diberikan bantuan subsidi sebanyak Rp 2.4 juta langsung tunai dan jumlahnya tidak kecil selama 4 bulan, Namun, akan diberikan secara bertahap sebanyak 2 kali,” terang Kepala Suku Besar Suku Arfak ini.

Ditambahkan Gubernur, ini merupakan reward dari pemerintah pusat kepada pekerja dan perusahaan yang rajin membayar iurannya Jamsostek, penyerahan diberikan kepada tenaga kerja peserta Jamsostek yang upahnya di bawah Rp 5 juta.

“Saya berharap kepada para pekerja yang telah melaporkan Rekening ke BP Jamsostek dan belum mendapatkan dana bantuan subsidi, agar bersabar menunggu, karena persyaratan klasifikasi penerima bantuan sesuai dengan peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia,” pungkasnya [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.