25 Anggota Polda Papua Barat Berstatus OTG Covid-19  1 IMG 20200918 WA0067
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing dalam upacara Sinergitas Antara Anggota Polda Papua Barat dan Prajurit Kodam XVIII Kasuari, di lapangan apel Kodam XVIII Kasuari, Jumat 18 September 2020. [Foti: sus]
Metro

25 Anggota Polda Papua Barat Berstatus OTG Covid-19 

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing mengatakan, dengan mewabahnya pandemi, saat ini 25 anggota di Polda Papua Barat berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.

“Saat ini di Polda sudah 25 orang yang terjangkit, saya yakin di Kodam juga ada,” kata Tornagogo Sihombing dalam upacara Sinergitas Antara Anggota Polda Papua Barat dan Prajurit Kodam XVIII Kasuari, di lapangan apel Kodam XVIII Kasuari, Jumat 18 September 2020.

Dikatakan Kapolda, selain mengandalkan kesembuhan dengan cepat, meski rata-rata 25 tersebut berstatus OTG namun yang paling penting diharapkan adalah pencegahan.

“Kegiatan ini menjadi tanda bahwa kita (TNI-Polri) siap menjalankan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang penanganan Covid19 dan pemulihan Ekonomi di Papua Barat,” jelas Kapolda.

Dalam pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan lanjutnya, dilakukan dengan cara persuasif walaupun nantinya ada penindakan tanpa ada kekerasan kepada masyarakat. Dengan adanya Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2020 sebagai turunan dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020, peningkatan disiplin dilakukan secara stasioner tetapi juga mobile, untuk stasioner sudah termasuk operasi yustisi.

“Pergub papua barat nomor 23 tahun 2020 tersebut juga mengatur tentang sanksi namun berdasarkan kesepakatan saat itu, sanksi yang diberikan ketika ada yang tidak menggunakan masker kita minta dibelikan masker atau meminta untuk menghafal pancasila,” ungkap Kapolda.

Menurutnya, di polda papua barat, terdapat 21 anggota terkonfirmasi positif covid19, sisanya merupakan keluarga. Sementara yang sudah sembuh 7 orang sedangkan dalam perawatan 8 orang.

“Tidak ada yang bisa menangani covid kalau bicara tentang comunitasnya, jadi baik masyarakat dan semua lapisan bertanggung jawab menuntaskan wabah covid19 ini.

Kapolda juga menegaskan, penanganan Covid19 di papua barat tidak memandang status meski itu di lingkup  polda. Yang terpenting adalah mendisiplinkan diri karena siapapun bisa terjangkit. 

“25 anggota polda papua barat yang terkena covid-19 namun semuanya berstatus OTG. Ini diketahui karena di polda terus dilakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Jadi kalau yang positif langsung di karantina sehingga mendapatkan perawatan secara intensif oleh Biddokkes polda maupun satgas covid19 papua barat,” pungkasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.