Ratusan Warga Gelar Demo di Kantor Walikota Sorong, Minta Presiden Sahkan Papua Barat Daya 1 IMG 20200923 WA0024
Warga saat long march menuju kantor Walikota Sorong. Rabu, 23 September 2020. [Foto: jer]
Metro

Ratusan Warga Gelar Demo di Kantor Walikota Sorong, Minta Presiden Sahkan Papua Barat Daya

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Ratusan warga yang tergabung dalam Presidium Papua Barat Daya Rabu siang, 23 September 2020 menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Walikota Sorong, di Jalan Pramuka kota Sorong, Papua Barat.

Aksi warga yang terdiri dari forum kepala suku Asli Papua, Paguyuban warga yang merantau ke kota Sorong serta mahasiswa ini menuntut Presiden Joko Widodo menyetujui pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) di Provinsi Papua Barat yang sudah empat belas tahun diperjuangkan namun belum kunjung disahkan oleh pemerintah pusat. 

Aksi massa yang melibatkan banyak orang ini sebelumnya melakukan long march sejauh dua kilometer menuju kantor Walikota Sorong. Demo tersebut berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker tetapi tidak menjaga jarak (social distancing), mereka juga terlihat mengenakan pakaian adat dan diiringi suling tambur (musik tradisional orang papua).

Ratusan Warga Gelar Demo di Kantor Walikota Sorong, Minta Presiden Sahkan Papua Barat Daya 2 IMG 20200923 WA0023
Warga yang tergabung dalam Presidium Papua Barat Daya minta Presiden Joko Wododo sahkan DOB [Foto: jer]
Tokoh Masyarakat  kota Sorong, Gad Sawiyai dalam orasinya mengatakan, Presiden Joko Widodo harus segera mengesahkan pembentukan DOB yakni,  Provinsi Papua Barat Daya (PBD) untuk menjawab konsistensi pemerintah pusat terhadap pembangunan di tanah papua. 

Menurutnya, perjuangan untuk pembentukan telah dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh adat sejak tahun 2006 silam, namun belum kunjung direalisasikan padahal Presiden Joko Widodo sering berkunjung ke kota Sorong. Jika tuntutan ini tidak ditanggapi pemerintah pusat, dalam satu tahun kami warga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar hingga melumpuhkan pemerintahan dan ekonomi di wilayah calon Provinsi Papua Barat Daya meliputi kota Sorong, kabupaten Sorong, kabupaten raja Ampat, kabupaten Sorong selatan, kabupaten Tambrauw dan kabupaten Maybrat.

“Tiga Inpres telah kami lalui! Jangan terjadi pembohongan public terhadap kami orang Papua. Pak Jokowi, Presiden Republik Indonesia. SBY! Megawati!, kalian berdua yang mengeluarkan Inpres untuk kami Papua Barat Daya, bertanggung jawab dengan janji itu, bertanggung jawab dengan Inpres itu,” ujarnya dalam orasi. Rabu, 23 September 2020.

Ratusan Warga Gelar Demo di Kantor Walikota Sorong, Minta Presiden Sahkan Papua Barat Daya 3 IMG 20200923 WA0022
Presidium Papua Barat Daya, Yosafat Kambu saat memimpin aksi demo [Foto: jer]
Ratusan Warga Gelar Demo di Kantor Walikota Sorong, Minta Presiden Sahkan Papua Barat Daya 4 IMG 20200923 WA0030

Senada, Presidium Papua Barat Daya, Yosafat Kambu menuturkan, aksi ini harus cepat ditanggapi, dan apabila tidak maka dalam kebijakan politik, pihaknya akan bersikap tegas dan menanggapi hal ini sebagai diskriminasi politik, untuk melakukan perlawanan kepada pemerintah. “Bangsa dan negara yang telah menghianati kesetiaan kami terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.” kata Yosafat.

Sementara Walikota Sorong, Lambertus Jitmau yang menerima massa aksi berjanji akan segera membicarakan tuntutan warga ke Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dan selanjutnya akan membawa aspirasi warga ini hingga ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bahkan Presiden.

Menurut Lamber, Presiden telah mengumumkan bahwa, papua memekarkan tiga DOB namun belum pasti, apakah Papua Barat Daya termasuk dalam dalam tiga DOB yang akan dimekarkan atau tidak.

“Presiden umumkan papua mekarkan tiga daerah. Papua, yang dimaksud orang lain punya prediksi itu kan, papua itu dari kepala burung hingga ekor burung. Beliau tidak menyebutkan, papua dapat tiga, papua barat tidak. Nanti kita lihat saja, tiga itu tidak mungkin semua di papua. Kita tidak tuntut banyak, kalau bisa satu sajalah,” tutur Lambert juga menambahkan, terkait seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk pemekaran papua barat daya, sudah diserahkan ke Mendagri termasuk batas wilayah dengan Provinsi Papua Barat maupun Provinsi Papua dan sudah diverifikasi. Kini tinggal persetujuan Presiden untuk mengesahkan pembentukan dob papua barat daya.

Aksi demo berjalan damai dengan penjagaan ketat aparat keamanan dari Polres Sorong Kota, dibantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 kota Sorong. [jer]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

One Reply to “Ratusan Warga Gelar Demo di Kantor Walikota Sorong, Minta Presiden Sahkan Papua Barat Daya

  1. Gad Sawiyai, hanya kejar popularitas, tetapi tidak berpikir kehidupan anak cucu, Gad Sawiyai merupakan anak adat yang tidak memahami adat, hanya memikirkan politik semata, apakah dengan pemekaran orang papua makmur… sanhat disayangkan otonomi yg ada dsjs brlum di kelola secara baik langsung menuntut DOB anda harus tahu sayarat DOB ada jumlah pemduduk, apakah anda siap untuk membuka SP1 s.d 12… kalau itu terjadi suku mu akan hidup seperti tikus lapar di negeri sendiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.