Kapolda PB: Warga Yang Tidak Pakai Masker Dapat Sanksi Baca Pancasila  1 IMG 20200926 WA0032
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing. [Foto: sus]
Metro

Kapolda PB: Warga Yang Tidak Pakai Masker Dapat Sanksi Baca Pancasila 

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing mengatakan selama operasi Yustisi digelar Polda Papua Barat, sebagian besar masyarakat masih belum patuh juga terhadap imbauan menggunakan masker dan menjaga jarak.

Sebagai konsekuensi logis operasi Yustisi sanksi akan diterapkan setelah 7 hari digelar sosialisasi yakni warga yang melanggar akan diminta membacakan Pancasila.

“Operasi ini akan terus digelar setiap hari berdasarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 kemudian Maklumat Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis dan Pergub Papua Barat Nomor 23 Tahun 2020. Selama operasi Yustisi, hukuman yang diberikan kepada pelanggar masih sebatas teguran lisan kemudian tindakan selanjutnya yakni membaca Pancasila. Kedepan kita akan lihat lagi perkembangan dilapangan, mungkin akan ada sanksi tegas,” terang pria berasal dari Sumatera Utara ini usai menghadiri pelantikan 5 Pjs, di Aston Niu Hotel Manokwari, Sabtu 26 September 2020.

Kapolda mengaku, di Papua Barat warga yang paling banyak tidak menggunakan masker yaitu dari kota Sorong dan Manokwari. Sejauh ini selama berlangsungnya operasi Yustisi kata Kapolda, sudah ada peningkatan kesadaran masyarakat dalam berkendaraan, namun dilain sisi masih ada juga yang menganggap sepele tidak menggunakan masker saat keluar rumah, menurutnya ini adalah suatu pemahaman yang salah, karena warga harus melihat realita yang ada ketika jumlah pasien positif covid-19 di Papua Barat terus meningkat.

“Sudah saya perintahkan kepada petugas di lalu lintas terus lakukan sweeping dan imbauan kepada masyarakat. Memang harus sabar dan jangan bosan untuk meminta masyarakat yang berkendara harus memakai masker sama seperti memakai helm karena ini untuk keselamatan mereka sendiri,” ucapnya.

“Warga yang menggunakan helm saat berkendara itu untuk keselamatan dia, sedangkan menggunakan masker tujuan keselamatan dirinya serta tidak menyebar virus kepada orang lain maupun keluarga,” tambahnya lagi.

Dikatakan, bahwa pelanggaran yang paling banyak ditemui yakni penggunaan masker, kemudian dalam operasi yustisi ini yang dilakukan petugas secara mobile ialah memantau warga yang berkerumun serta yang paling penting adalah mencuci tangan.

“Kami fokus kepada para pelaku usaha dalam hal, setiap pengunjung seperti di supermarket dan warung makan harus mencuci tangan, kalau memang tidak mencuci tangan bawalah Hand Sanitizir, jadi ketika dia bertemu orang sebelum menyentuh wajah, tangan di semprot dengan hand sanitizer” ujarnya.

Pesan Kapolda agar warga mencegah virus corana melalui solidaritas yang dimulai dari diri sendiri, keluarga kemudian komunitas. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.