Henri Sembiring: Instruksi Batas Aktivitas Pelaku Usaha di Manokwari Telah Direvisi 1 IMG 20200928 WA0035
Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Manokwari, Henri Sembiring [Foto: sus]
Metro

Henri Sembiring: Instruksi Batas Aktivitas Pelaku Usaha di Manokwari Telah Direvisi

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Manokwari, Henri Sembiring menjelaskan, sebelum cuti kampanye Pelaksana Tugas Harian (Plh) Bupati Manokwari, Edi Budoyo telah melakukan revisi atas instruksi terkait batasan aktivitas pelaku usaha dari pagi hingga malam.

Dikatakan Henri instruksi sebelumnya, untuk seluruh pengusaha toko, swalayan dan pedagang kaki lima, membuka usaha terhitung sejak pagi sekitar pukul 08.00 – 16.00 WIT. Kini, instruksi tersebut direvisi Plh. Edi Budoyo pada 25 September 2020 atas perubahan sebelumnya, Nomor 440/82/9/2020, tentang penerapan pembatasan aktivitas sosial di Kabupaten Manokwari bagi mereka yang usahanya buka sejak pagi pukul 08.00 – 18.00 WIT dan untuk mereka yang usahanya di malam hari dapat beroprasionalkan pukul 18.00 hingga pukul 23.00 WIT.

“Jadi berdasarkan instruksi tersebut, para pelaku usaha, swalayan, toko, kios, hotel, penginapan, losmen, PT, CV, pasar tradisional wosi, sanggeng dan pasar-pasar tradisional lainnya dibatasi operasionalnya sejak pukul 08.00 – 18.00 WIT,” tuturnya kepada media in ketika dikonfirmasi langsung melalui telepon selulernya Senin malam, 28 September 2020.

Sedangkan pedagang kaki lima, cafe dan karaoke jam operasionalnya dari pukul 18.00 – 23.00 WIT, Namun ada ketentuannya bagi pedagang mereka harus lakukan protokol kesehatan guna mencegah Covid-19 dan tidak diperkenankan pembeli makan di tempat tetapi harus dibungkus bawa pulang ke rumah.

“Mengingat semakin meningkat kasus penyebaran Covid-19 di Manokwari, akhirnya harus dilakukan pembatasan waktu bagi pelaku usaha di waktu pagi hingga malam hari,” jelas Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari ini.

Henri menambahkan, jika ada pelaku usaha yang melanggar aturan waktu yang telah ditentukan, maka akan diberikan surat teguran dan peringatan pertama, kedua dan ketiga serta penghentian atau menutup usaha sementara. “Setelah surat teguran tapi masih melanggar bisa dikenai denda Rp 500 ribu bagi pengusaha yang melawan aturan,” tutupnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.