Tolak Omnibus Law, Demo Mahasiswa di Sorong Berakhir Ricuh 1 20201009 202319
Demo Mahasiswa di Sorong. [Foto: jer]
Metro

Tolak Omnibus Law, Demo Mahasiswa di Sorong Berakhir Ricuh

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Ratusan Mahasiswa di kota Sorong mengadakan aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law (Undang-undang Cipta Kerja) di Kantor DPRD kota Sorong yang beralamat di Jalan Perwakilan kilometer 10 kota Sorong, Papua Barat Jumat siang, 9 Oktober. 

Massa yang ditolak masuk kedalam kantor DPRD itu akhirnya bertindak anarkis dengan melemparkan petugas dan kaca depan Kantor Wakil Rakyat kota Sorong, mengakibatkan para anggota dewan tidak dapat keluar kantor akibat lemparan batu massa, dan tembakan gas air mata dari petugas akhirnya anggota dewan dapat dievaluasi melalui pintu belakang dikawal aparat dari Brimob Detasen C Pelopor untuk menghindari amukan massa.

Awalnya, aksi unjuk rasa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi kota Sorong ini berlangsung dengan aman, mereka menuntut agar anggota Dewan segera melakukan sidang Paripurna untuk membahas tuntutan mereka dengan disaksikan langsung oleh massa. Setelah bernegosiasi dengan Kepolisian Polres Sorong kota dan anggota dewan, akhirnya para perwakilan mahasiswa diperbolehkan masuk menemui anggota dewan. Namun belum sampai 10 menit, massa yang menunggu di luar memaksa masuk dengan mendorong aparat kepolisian dari unit Dalmas dan Anti Huru hara Brimob Detasemen C Sorong, petugas langsung membubarkan massa dengan tembakan dan gas air mata. 

Massa kemudian berlarian meninggalkan halaman kantor sambil melempar petugas dan kaca-kaca kantor DPRD sehingga seorang mahasiswi tiba-tiba pingsan saat menghirup gas air mata, dan langsung dirawat petugas.

“Kita tengah kawal perwakilan mahasiswa melakukan negosiasi dengan anggota Dewan tapi dari luar ternyata massa memaksa masuk gedung. Akhirnya kita melakukan penindakan tadi, kita dorong keluar sampai mereka keluar merobohkan pagar kantor dewan dan pelemparan kaca kantor dewan,” kata Kapolres Sorong kota, Ary Nyoto Setiawan. Jumat, 9/10/2020.

Meski hujan deras mengguyur kota Sorong massa belum beranjak dari jalan perwakilan mereka terus berteriak sambil melempar petugas dengan batu dan benda-benda di sekitarnya. hingga jumat sore, 09/10/2020 massa masih berkumpul di Jalan sungai Maruni kilometer 10 sambil meneriaki dan melempari petugas. [jer]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.