Merasa Tidak Diperhatikan, Mama Mama Pedagang Asli Papua Gelar Unjuk Rasa di Kantor Walikota Sorong 1 IMG 20201112 WA0012
Mama mama pedagang asli papua yang gelar demo di Kantor Walikota Sorong. Kamis, 12/11/2020. [Foto: jer]
Metro

Merasa Tidak Diperhatikan, Mama Mama Pedagang Asli Papua Gelar Unjuk Rasa di Kantor Walikota Sorong

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co –  Akibat belum mendapat bantuan tempat berjualan yang layak dan adanya koperasi untuk mama-mama pedagang asli papua, ratusan pedagang yang terdiri dari mama-mama papua melakukan unjuk rasa di depan Aula Samusiret kantor Walikota Sorong yang beralamat di Jalan Pendidikan. Kamis, 12/11/2020. 

Pagar kantor walikota yang sempat ditutup untuk mencegah massa aksi masuk paksa, bahkan sempat terjadi adu mulut antara pendemo dan ASN yang menghalangi massa yang terdiri dari mama-mama pedagang asli papua itu masuk. Hal ini disebabkan saat itu walikota Sorong, Lambert Jitmau sedang mengikuti kegiatan di Aula Samusiret. 

Namun para pendemo berhasil membuka paksa pagar tersebut dan langsung masuk menuju depan Aula Samusiret. Dihadapan walikota, mama-mama pedagang asli papua ini mengeluhkan perhatian pemerintah kota Sorong yang tidak memberikan fasilitas berjualan yang layak bagi mereka, termasuk keinginan mereka untuk membentuk koperasi khusus mama-mama pedagang asli papua. 

Merasa Tidak Diperhatikan, Mama Mama Pedagang Asli Papua Gelar Unjuk Rasa di Kantor Walikota Sorong 4 IMG 20201112 WA0013
Setelah menunggu sekian lama, para pendemo akhirnya masuk di halaman Aula Samusiret. [Foto: jer]
Massa dengan tegas meminta pemerintah daerah menyediakan sebuah ruko yang bisa digunakan untuk berjualan sekaligus / sebagai kantor koperasi bagi mama-mama pedagang papua sebagaimana digariskan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 tahun 2019, Tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Pelaku Usaha Lokal. 

“Kami berharap terkait modal usaha, untuk koperasi mama-mama Papua dibahas resmi di DPRD,  dan dianggarkan untuk tahun depan supaya kami tidak bakalai-bakalai (marah-marah) bapa bapa (bapak) begini. Kami tahu bahwa kami punya hak ada disitu yang dibahas, dan dianggarkan dengan resmi, masuk ke lembaga yang resmi pula. Ini penting direalisasikan supaya kami bisa bertanggung jawab dengan uang negara ini. Jadi kami ingin punya lembaga, kami ingin punya rumah yang jelas,” ujar salah satu pendemo. 

Menanggapi tuntutan mama-mama pedagang asli papua ini, walikota Sorong Lambert jitmau langsung menyanggupi untuk memberikan bantuan modal usaha dan bantuan dana awal untuk pembentukan koperasi khusus mama-mama papua. Walikota juga langsung memerintahkan OPD terkait untuk segera membentuk koperasi tersebut. Walikota juga berjanji dalam waktu dekat akan mencari ruko yang representatif sesuai keinginan mama-mama pedagang asli papua. 

“Jadi, berikan kesempatan ke saya dari sekarang sampai bulan desember awal saya cari ruko, saya yang kontrak, dan saya serahkan ke adik-adik sekalian,” jelas Lambert 

Usai mendengarkan jawaban walikota Sorong, para pendemo langsung membubarkan diri namun mereka berjanji akan melakukan aksi yang sama jika pemerintah daerah tidak merealisasi janjinya di bulan desember nanti. [jer]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.