Proyek Jalan Menuju Kodim R4, CV Putri Dai Suly Tinggalkan Hutang Ratusan Juta 1 IMG 20201121 WA0010
Direktur CV Sumber Jaya Sukses, Thea Ngamelubun. [Foto: istimewa]
Metro

Proyek Jalan Menuju Kodim R4, CV Putri Dai Suly Tinggalkan Hutang Ratusan Juta

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, BeritaAktual.co Bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Raja Ampat Tahun 2019, pengerjaan jalan Klanafat, tanjakan Wisma Kasuari (Wikas) menuju Kodim 1805- Raja Ampat yang dikerjakan CV Putri Dai Suly disebut tinggalkan ratusan juta rupiah. Hutang tersebut berasal dari pengambilan 3000 sak semen di CV Sumber Jaya Sukses dengan cara kredit. 

Direktur CV Sumber Jaya Sukses, Thea Ngamelubun mengatakan hampir 2 tahun, 3000 sak semen yang di kredit oleh CV Putri Dai Suly atas nama Kristin Tabita hingga kini tak kunjung dibayarkan. 

“Dia berjanji setelah pencairan proyek mau dibayar, tetapi sudah mau hampir dua tidak dibayar. Saya tidak tahu jenis pekerjaan yang dikerjakan Kristin itu, yang saya tau dia kredit semen yang harga per saknya Rp 88.000 (delapan puluh delapan ribu rupiah), kalau dikali 3000 totalnya Rp 264.000.000.00,- belum yang lainnya,” ujar Thea saat dikonfirmasi wartawan, di kantornya di Jalan Fundar Sakela, Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat, (20/11/2020).

Dikatkan Thea, Kristin pernah berucap bahwa penawaran proyek fisik jalan menuju Kodim Raja Ampat diajukan senilai 2 miliar lebih, namun yang disetujui hanya 1 miliar saja, lantaran adanya penambahan volume pekerjaan yang sebagiannya tak disetujui namun tetap disuruh kerja maka volume kredit pengambilan semen pun diambilnya.

“Jadi istilahnya pekerjaan mendahului begitu, karena yang disetujui hanya 1 miliar tapi dia ambil material lebih karena katanya berdasarkan dispo bupati. Apakah itu benar atau tidak saya tidak tahu, karena itu penjelasan dari Kristin pada saya dan persoalan ini pernah dibawa sampai ke ranah hukum polres raja ampat juga,” beber Thea.  

Belum lama ini menurut Thea, dirinya telah mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Raja Ampat untuk berkoordinasi dengan pelaksana tugas (plt) kadis PU, Abdullah Hasan dan saat itu kadis berjanji akan membantu menyampaikan hal tersebut kepada Bupati. Saat itu pula lanjut dia, daftar nama dan nominal hutang yang belum diselesaikan CV Putri Dai suly (Kristin Tabita) sudah diberikan kepada plt dinas PU Raja Ampat. 

“Kami datang ke PU sekitar tiga atau empat bulan yang lalu dan bertemu langsung plt kadis PU, dan catatan nominal hutang yang kami serahkan berjumlah Rp 600.000.000,00,- (enam ratus juta rupiah lebih) karena dia ambil bertahap,” tambahnya.  

Thea menambahkan, dalam waktu dekat ia akan kembali mendatangi kantor dinas PU raja ampat untuk menagih janji plt kadis PU yang katanya akan membantu berbicara dengan bupati agar haknya bisa diberikan.

“Dalam waktu dekat kami akan kembali datangi kantor PU untuk menagih janji plt yang katanya akan coba membantu kami agar hak kami bisa diberikan. Kasian kami kalau hak kami tak tidak diberikan, kami ini hanya masyarakat biasa,” pungkasnya. 

Dihari yang sama, Plt Kadis  PU Raja Ampat, Abdullah Hasan yang dikonfirmasi  ini melalui via telepon Jumat, (20/11/2020) mengatakan, bahwa dirinya tak pernah mengetahui perihal penambahan volume material pekerjaan tanpa kontrak proyek jalan itu.

“Saya hanya tahu dalam kontrak pekerjaan nilainya satu miliar lebih bersumber dari APBD 2019. Saya tidak tahu kalau ada penambahan volume pekerjaan, karena saat itu saya menjabat sebagai sekretaris dinas PU. Coba konfirmasi ke bidang bina marga, karena mereka yang menangani proyek tersebut. Soal adanya penambahan volume semen untuk proyek jalan tersebut saya tidak tahu menahu. Sekarang saya ada di Sorong pak,” tutup dia. 

Sementara, Kepala Bidang Bina Marga PU Raja Ampat, M. Nur Umlati melalui via telepon seluler mengaku jika dirinya pun tak mengetahui soal penambahan material proyek tersebut. dikatakan Nur Umlati jika Kristin saat ini juga sedang dicari, karena masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). 

“Kristin dia kan DPO dan lagi di cari cari. Ade wartawan saya tidak tahu soal penambahan material proyek jalan kodim itu, coba ade konfirmasi ke Yanto karena dia PPTKnya,” elaknya. 

“Soal panjang kali lebar proyek fisik semenisasi jalan menuju Kodim 1805/Raja Ampat itu belum kami diketahui pasti karena belum ada penjelasan resmi dari dinas PU Raja Ampat,”pungkasnya. [drk]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.