Sesalkan Aksi HUT West Papua, Ketua Gercin PB: Generasi Muda Jangan Terjebak Isu Papua Merdeka 1 IMG 20201127 WA0043
Ketua Gercin PB, Napoleon Fakdawer [Foto: sus]
Metro

Sesalkan Aksi HUT West Papua, Ketua Gercin PB: Generasi Muda Jangan Terjebak Isu Papua Merdeka

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.coKetua Gerakan Rakyat Cinta NKRI (GERCIN) Papua Barat, Napoleon Fakdawer mengungkapkan penyesalannya terhadap sekelompok masyarakat papua yang melakukan aksi demo di kota Sorong dan Manokwari Jumat siang, 27 November 2020 dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan West Papua 1 Desember. 

“Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi, memberikan ruang dan hak bagi warga negara menyampaikan aspirasinya. Tapi perlu dipahami bahwa untuk menyampaikan pendapat itu diatur dengan undang undang, yang harus dipahami bahwa tidak semua hal yang berkaitan dengan isu-isu papua merdeka itu bisa angkat dalam sebuah kampanye atau aksi demonstrasi,” tuturnya. Jumat 27 November 2020 malam. 

Menurut Fakdawer, generasi papua harus memahami bahwa persoalan Papua Merdeka itu sudah FINAL dan papua resmi bagian dari NKRI. Seharusnya lanjut dia, anak anak papua menjaga kondisi daerah agar tetap aman, damai dan kondusif, di tengah situasi pandemi dan menjelang pilkada 9 Desember 2020. 

“Tidak perlu diungkit lagi, jika ada isu-isu yang mengatakan amerika, PBB atau negara negara di pasifik sana mendukung sesungguhnya itu adalah tidak benar alias hoaks, yang harus dimengerti oleh semua bahwa papua itu adalah bagian yang resmi di dalam Indonesia sampai sekarang,” terang Fakdawer lantang.

Lanjut dia, bagaimana aksi itu bisa terjadi jika negara hari ini begitu baik memberikan semua suku ruang untuk berkarya menjadi karyawan BUMD, BUMN dengan membuka peluang melibatkan anak-anak papua bisa bekerja di seluruh Indonesia. 

“Seharusnya kita membangun papua ini agar lebih bermartabat, sejahtera, damai dan aman, itu yang harus kita lakukan hari ini. Jangan ada kelompok-kelompok atau jargon jargon yang dipakai oleh orang orang luar sana yang tidak berhasil dengan caranya lalu mengajak adik adik kita untuk melakukan aksi demo, bawa bendera dan sebagainya. Ini hal yang harus dipahami dengan baik, sehingga tidak boleh lagi ada isu isu yang menyesatkan anak-anak papua,” papar Fakdawer.

Terkait aksi yang terjadi di kota Sorong dan di Manokwari pada hari ini menurutnya, bagian dari pendapat generasi muda yang ingin menyampaikan aspirasinya, namun yang tak dipikirkan adalah isu papua merdeka sudah final dan tidak bisa lagi diganggu gugat apalagi dirubah. Inilah intinya, kenyataannya para pahlawan papua berjuang untuk mempertahankan NKRI.

“Mari kita bangun papua dan papua barat tercinta agar lebih baik, damai dan aman. Saya mengajak untuk teman-teman melakukan aksi demo d manokwari dan sorong tadi, sudah hentikan saja semua itu mari kita rapatkan barisan, genggam tangan dan kita bersatu bangun papua yang lebih bagus, membangun sinergitas dengan pemerintah, TNI dan Polri,” ujarnya.

Untuk itu dia mengajak semua lini jangan terjebak dalam isu isu sempit terkait dengan papua akan merdeka, karena informasi ini kadang membuat sesama anak-anak papua saling bersinggungan satu dengan yang lain tanpa berpikir bagaimana bisa membangun papua yang aman dan damai kedepan.

“Sebagai ketua gercin saya mengajak, mari kita semua anak-anak papua, kita bersama-sama merapatkan barisan membangun papua yang lebih baik lebih yang bermartabat dibidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Hentikan aksi-aksi yang mengganggu keamanan, karena sama sekali tidak ada untungnya untuk diri sendiri, lebih baik adik adik fokus selesaikan kuliahnya agar cepat lulus, bisa bekerja dan bisa meringankan beban orang tua. Aksi seperti ini bukan baru sekarang terjadi, tapi 5-6 tahun lalu juga sudah dibicarakan kok. Intinya jangan mau konsumsi isu papua merdeka, isu yang tidak bertanggung jawab karena sama sekali tidak memberikan keuntungan bagi kita di Tanah Papua,” tandasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.