Paul Finsen Mayor: Sinode GKI Tak Pernah Keluarkan Dukungan Politik Untuk Paslon di Pilkada R4 1 IMG 20201204 WA0000
Ketua DAP wilayah III Doberay Papua Barat, Paul Finsen Mayor [Foto: istimewa]
Metro

Paul Finsen Mayor: Sinode GKI Tak Pernah Keluarkan Dukungan Politik Untuk Paslon di Pilkada R4

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, BeritaAktual.co Ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Doberay Papua Barat, Paul Finsen Mayor mengatakan, Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi atau dukungan politik untuk pasangan calon (paslon) kepala daerah di Pilkada Raja Ampat. 

Ini dikatakan Paul pasalnya ia telah melakukan komunikasi dengan para pendeta dan pimpinan GKI di tanah Papua, bahwa sinode tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi dukungan politik tersebut. 

“Sebagai putra dan anggota jemaat GKI di tanah Papua, saya mengklarifikasi bahwa pimpinan dan pendeta GKI tak pernah keluarkan surat rekomendasi dukungan politik kepada salah satu kandidat paslon kepala daerah di pilkada raja ampat,” kata Paul Finsen Mayor kepada media ini melalui pesan WhatsApp Kamis, 03/12/2020 malam. 

Dikatakan Paul, Badan Pekerja Am Sinode hanya mengeluarkan enam pesan pastoral untuk warga GKI yang tersebar di 11 wilayah penggembalaan, 55 klasis definitif, dan 15 bakal klasis serta 1944 jemaat yang ada di tanah papua, yakni menjamin berlangsungnya pilkada 2020 secara bermartabat guna mencapai demokrasi yang berkualitas.

Berikut pesan pokok Badan Pekerja Am Sinode: 

1. Gunakan Hak Pilih Ingatlah, pilihan boleh berbeda, tetapi janganlah perbedaan itu dibawa masuk kedalam persekutuan, keluarga sehingga menjadi sarana pemecah belah persaudaraan di tengah hidup bersama. 

2. Lawan Politik Uang, terdapat dalam Kitab Timotius 6:10: “Akar segala kejahatan ialah cinta uang, sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari Iman”  Demikian Juga didalam Kitab Keluaran 23:8 menegaskan: “Suap, janganlah kau terima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikan perkara orang-orang benar”. 

3. Hindari Politik Sektarian Dan Primordial. 

4. Mengawasi setiap tahap pelaksanaan pilkada penggunaan hak pilih, tidaklah cukup untuk sebuah peran warga GKI di tanah papua dalam pilkada, melainkan harus turut berperan serta dalam pengawalan pilkada agar berlangsung secara transparan, damai sesuai amanat undang-undang. 

5. Memilih Pemimpin Berdasarkan Jejak Keteladanannya. Alkitab mengatakan dalam Keluaran 18:21, “Kau carilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya dan yang benci pada pengajaran suap”. 

6. Mewaspadai pilkada di tengah pandemi Covid-19. 

Demikian ini pesan pastoral ini dikeluarkan di Jayapura, Selasa 10 November 2020 ditandatangani oleh Sinode GKI di Tanah Papua Ketua Pdt. Andrikus Mofu M.Th dan Sekretaris Pdt. Daniel J. Kaigere S.Th dan untuk diketahui oleh semua warga GKI di Tanah Papua. 

“Sangat disesalkan dan “mencoreng” nama besar Sinode GKI di Tanah Papua, jika ada oknum atau tim sukses kandidat tertentu yang membawa nama Sinode GKI di Tanah Papua dalam kampanye politik lalu mengatakan adanya dukungan politik tersebut. Itu tidak benar, berita bohong hoax, penipuan dan atau pembohongan publik dan berpotensi dilaporkan untuk diproses hukum pidana,” tegas Paul. 

Selaku anggota jemaat GKI di Tanah Papua, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan percaya dengan oknum-oknum yang kampanye yang mengatasnamakan atau membawa-bawa nama besar Sinode GKI di Tanah Papua. 

“Gereja GKI di Tanah Papua tetap berdiri Teguh dan Netral serta konsisten dalam menyuarakan suara kenabian untuk semua orang percaya didalam Tuhan Yesus Kristus,” tutupnya [drk]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.