Ketua Fraksi Otsus Usulkan ke Pemprov PB Minimal Sehari Dalam Sepekan Semua Gunakan Noken 1 IMG 20201204 WA0030
Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, George Dedaida [Foto: sus]
Metro

Ketua Fraksi Otsus Usulkan ke Pemprov PB Minimal Sehari Dalam Sepekan Semua Gunakan Noken

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat, George Dedaida mengatakan guna memajukan ekonomi kerakyatan, fraksi otsus akan mengusulkan ke pemerintah provinsi papua barat (pemprov pb) agar minimal sehari dalam sepekan semua di lingkup kerja pemprov menggunakan tas noken

“Diharapkan pemprov papua barat dapat mengeluarkan instruksi kepada seluruh karyawan swasta, BUMN, BUMD, bank-bank, pejabat-pejabat, ASN dan honorer dalam sepekan ada satu hari khusus mengenakan noken,” tuturnya kepada media ini, Jumat 04 Desember 2020

Kata George, hari noken sedunia yang ditetapkan pada 04 Desember 2012 oleh Organisasi Warisan Kebudayaan Dunia, United Nations Educational (UNESCO) seharusnya menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita orang papua, karena hasil karya noken papua telah diakui dunia. Untuk itu, kebijakan kebijakan yang dibuat harus berpihak kepada orang papua, melalui Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) UMKM. Namun, mekanisme tetap dari pemerintah. 

“Kebanyakan mama-mama papua mengelola sendiri home industri nokennya, jadi pasti ada banyak kendala terutama dalam pemasaran,” ujarnya. 

“Noken merupakan tas tradisional yang berasal dari papua. Noken dibuat oleh wanita papua dengan menggunakan bahan-bahan alam seperti kulit kayu, benang, bunga anggrek, daun tikar, tali rami atau anyaman daun pandan,” tambahnya lagi. 

Kedepan, dia berharap pemerintah provinsi Papua Barat bisa mendorong penggunaan noken oleh semua masyarakat papua bahkan seluruh indonesia dan harus mendunia, sebab sudah ditetapkan pada 04 Desember 2012 sebagai hari noken sedunia. Pemerintah harus melihat itu, dengan begitu mama-mama papua lebih berinovasi dan kreatif dengan rajutan nokennya yang dikelola secara mandiri dan semakin berkembang.

“Saat ini memang pemerintah daerah belum maksimal mempromosikan produk tas noken ini, karena dampak positif untuk mama-mama papua belum terlihat. Mereka masih melihat memasarkan noken di pasar dan rumah ke rumah,” tandanya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.