Direktur LBH Gerimis Minta Kejati PB Transparan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Kantor Dinas Perumahan 1 IMG 20201205 WA0032
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerimis Papua Barat, Yosep Titirlolobi [Foto: istimewa]
Metro

Direktur LBH Gerimis Minta Kejati PB Transparan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Kantor Dinas Perumahan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerimis Papua Barat, Yosep Titirlolobi meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat transparan dan tidak tebang pilih dalam menangani kasus perkara dugaan korupsi pembangunan Kantor Dinas Perumahan Papua Barat. 

Menurut Yosep, semua pihak yang terlibat merugikan negara dalam proyek ini harus ditetapkan sebagai tersangka, termasuk para sub kontraktor yang ada dalam Kerjasama Operasi (KSO), konsultan pengawas, panitia pemeriksa hasil pekerjaan serta direksi lapangan PT Trimese Perkasa, juga patut ditetapkan sebagai tersangka. 

“Pembangunan kantor Dinas Perumahan provinsi Barat tahun anggaran 2017 ini, diduga merugikan negara sebesar Rp 1,8 miliar, dari nilai kontrak kurang lebih Rp 4,3 miliar. Hasil pekerjaan di lapangan, ternyata tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang dalam kontrak,” ujar Yosep dalam rilis yang diterima media ini Sabtu, 5 Desember 2020 malam. 

Dikatakan Yosep, PT Trimese Perkasa adalah pemenang lelang dan sebagai pelaksana pekerjaan. Tetapi atas desakan dari kontraktor lokal, seluruh pekerjaan terkontrak ini akhirnya dikerjakan secara bersama sama sesuai surat perjanjian KSO tanggal 19 September 2017, yang ditandatangani Leo Primer Saragih sebagai Direktur PT Trimese Perkasa, dan Marinus Bonepay, Direktur CV Maskam Jaya yang kebetulan ia juga salah satu Ketua Partai di Provinsi Papua Barat. 

“Sekalipun Leo Primer Saragih selaku Direktur PT Trimese Perkasa dinyatakan meninggal dunia, tapi masih ada Direksi lapangan dan sub Kontraktor yang juga bertanggung jawab dalam proyek itu. Kami minta agar keduanya diperiksa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tutur Yosep. 

Sebab, sambung Yosep seluruh pekerjaan pembangunan Kantor dinas Perumahan tahap ke III tahun 2017 itu dikerjakan seluruhnya oleh CV Maskam Jaya, sehingga kekurangan volume pekerjaan adalah kesalahan dan kesengajaan sub kontraktor. 

“Dalam pekerjaan ini ada indikasi permainan bersama antara CV Maskam Jaya selaku sub kontraktor dengan konsultan pengawas, direksi lapangan dari PT Trimese Perkasa serta Panitia Pemeriksaan Hasil Pekerjaan (PHO) dari Dinas Perumahan Provinsi Papua Barat, sehingga mereka memuluskan pekerjaan sampai pencairan dana 100 persen. Oleh sebab itu kami meminta agar konsultan dan panitia PHO agar diperiksa jika ada unsur kesengajaan dan turut serta agar mereka ini ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Yosep. 

Yosep juga menduga ada upaya melindungi Direktur CV Maskam Jaya, Marinus Bonepay dalam kasus ini. Karena sebelumnya, Ketua Partai di Papua Barat ini pernah dipanggil oleh Inspektorat Provinsi Papua Barat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, yakni mengembalikan kerugian negara senilai Rp 1,8 miliar. Tetapi yang bersangkutan bersikeras tidak mau mengembalikan. 

Kepada Kejati Papua Barat, Yosep minta agar tidak tebang pilih dalam mengungkapkan perkara ini, karena semua sama di mata hukum. Namun, jika Kejati Papua Barat tidak segera mengungkapkan kasus ini atas keterlibatan KSO dan sengaja melakukan tebang pilih, maka LBH Gerimis akan menyurati Dewan Pengawas Kejaksaan Agung (Kejagung) RI untuk memeriksa jaksa yang terlibat dalam penyidikan kasus ini. 

“Untuk diketahui, dalam perkara ini Kejaksaan Tinggi Papua Barat hanya menetapkan satu orang tersangka, yakni Martha Heipon selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Berkas penyidikan perkara ini sudah masuk tahap II proses pelimpahan yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Manokwari,” pungkasnya [red]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.