Kapolda Tornagogo Minta Warga Tidak Berlebihan Nyalakan Kembang Api Saat Natal Dan Tahun Baru 1 IMG 20201224 WA0068
Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing didampingi Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Adam Erwindi [sus]
Metro

Kapolda Tornagogo Minta Warga Tidak Berlebihan Nyalakan Kembang Api Saat Natal Dan Tahun Baru

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co Kapolda Papua Barat, Irjend Pol Tornagogo Sihombing meminta masyarakat untuk tidak melanggar aturan yang dapat menciptakan kerumunan orang banyak dengan menyalakan petasan dan kembang api secara berlebihan pada saat perayaan natal 2020 dan tahun baru 2021. 

“Menyalakan petasan dan kembang api dari disaat natal dan tahun baru itu melanggar aturan karena dapat menciptakan kerumunan orang banyak. Selain itu menyalakan kembang api dapat mengganggu kenyamanan warga yang sedang beribadah. Jika kedapatan terjadi kerumunan orang banyak pasti akan dibubarkan, apabila tidak juga diindahkan akan dikenai UU Karantina Covid-19 nomor 06 tahun 2018,” jelas Kapolda. Kamis, 24 Desember 2020. 

Dikatakan Kapolda, pawai dengan menyalakan kembang api juga dilarang karena sesuai dengan maklumat Kapolri, dan polisi akan menindak tegas apabila hal itu terjadi. Namun jika ada warga yang tidak juga mengindahkan imbauan ini maka, akan dilakukan pembubaran paksa dan pastinya akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. 

“Penegakan hukum yang tegas akan dilaksanakan tidak ada yang lain. Karena sudah ada banyak contoh di daerah lain bagi mereka yang menciptakan kerumunan maka hukum yang berlaku dalam penindakan akan dilaksanakan,” tandasnya. 

Sementara Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan menuturkan, berdasarkan imbauan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Manokwari terkait dengan penggunaan kembang api, para pedagang kembang api kiranya dapat melakukan pembatasan-pembatasan penjualannya, yaitu mana kembang api yang tidak mengganggu dan yang mengganggu. 

“Para pedagang juga harus bisa sadar dalam menjual, mana petasan yang ribut dan mama yang tidak, agar sewaktu orang ibadah tidak terganggu dengan suara petasan itu. Intinya tidak dilarang, namun dibatasi penggunaannya, karena berdasarkan kejadian sebelumnya di daerah lain, karena petasan terjadi kebakaran dan menjadi korban,” tutupnya sembari menambahkan, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mendampingi dan mengontrol putra putrinya pada saat menggunakan petasan, dan kembang api, karena sangat berbahaya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.