Puluhan Bibit Tumbuhan Tanpa Sertifikat Dari Selandia Baru Malaysia Dan China Dimusnahkan 1 IMG 20201230 WA0016
Stasiun Karantina Pertanian kelas I Sorong menyita bibit import yang tak memiliki sertifikat [Foto: jer]
Metro

Puluhan Bibit Tumbuhan Tanpa Sertifikat Dari Selandia Baru Malaysia Dan China Dimusnahkan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Stasiun Karantina Pertanian kelas I Sorong yang beralamat di jalan Selat Sunda, komplek bandara Domine Eduard Osok (DEO) kota Sorong, Papua Barat Rabu siang, 30 Desember 2020 memusnahkan puluhan paket bibit tumbuhan yang dikirim dari kepulauan solomon Selandia Baru, Malaysia dan China. 

Paket tumbuhan yang tidak mempunyai sertifikat itu dimusnahkan dengan cara dibakar di dalam tungku pembakaran khusus, antara lain kacang-kacangan siap konsumsi, bibit philodendron, dan benih aglaonema yang dibawa dari kepulauan solomon, bibit sayuran dan benih mawar dari Malaysia, benih tanaman hias dari China dan kacang pistachio dari Selandia Baru yang ditahan pada periode Desember 2020. 

Puluhan Bibit Tumbuhan Tanpa Sertifikat Dari Selandia Baru Malaysia Dan China Dimusnahkan 4 IMG 20201230 WA0018
Puluham bibit yang di bakar [Foto: jer]
Kepala Stasiun Karantina Pertanian kelas I Sorong, I wayan Kertanegara menjelaskan, pemusnahan ini dilakukan karena benih benih tersebut masuk tanpa izin dan tidak dilengkapi phytosanitary certificate atau sertifikat kesehatan tumbuhan. 

“Komoditi ini tidak dilengkapi phytosanitary dari negara asal nya, negara asal yang kami maksudkan adalah negara Malaysia, Kepulauan Solomon, China serta New Zealand. Empat negara ini ternyata memang pengguna jasa kami, tidak membawa dokumen yang menyertai bibit, benih yang dimasukan ke indonesia khususnya melalui kota Sorong,” terangnya. 

Untuk kedepan, pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap masuknya tumbuhan lewat bibit ataupun benih-benih dari negara lain apalagi dengan merebaknya wabah virus corona ini. “Dengan pemusnahan ini kiranya dapat meminimalisir masuknya penyakit tumbuhan yang nantinya dapat mengganggu ketahanan pangan di papua barat maupun di indonesia,” tandasnya [jer]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.