Angka Kriminal di Kota Sorong Tahun 2020 Menurun Dibanding 2019  1 IMG 20201230 WA0013
Polres Sorong kota saat merilis data kriminal tahun 2020. [Foto: jer]
Metro

Angka Kriminal di Kota Sorong Tahun 2020 Menurun Dibanding 2019 

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co –  Polresta Sorong kota Rabu, 30 Desember 2020 merilis data kriminal yang terjadi sepanjang tahun 2020. Disampaikan angka kriminal di kota Sorong, Papua Barat di tahun 2020 cenderung menurun dibandingkan tahun 2019. 

Kapolres Sorong kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengatakan meski menurun dibanding tahun sebelumnya, namun ada 5 kasus menonjol yang terjadi seperti kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal, kemudian kasus narkoba dengan temuan barang bukti yang cukup banyak hingga kasus makar. 

“Tercatat ada 5 kasus menonjol yang terjadi sepanjang tahun 2020, seperti kasus narkoba di tanggal 23 maret 2020 dengan pelaku berinisial AR (19) di jalan Cendrawasih, kelurahan Remu Utara dengan barang bukti 49 bungkus plastik besar ganja, 7 bungkus plastik sedang dan 27 bungkus plastik kecil dengan total berat 58 gram. Kemudian kasus pembunuhan yang terjadi pada tanggal 02 Mei 2020 di jalan Ahmad Yani (depan masjid aljihad) kota Sorong yang menyebabkan korban Savio Rahangmetan meninggal dengan tersangka OM dan RD. Kemudian kasus makar, secara keseluruhan angka kriminal di kota Sorong tahun 2020 cenderung menurun dibandingkan tahun 2019,” kata Kapolres di Mapolresta yang beralamat di Jalan Ahmad Yani, nomor 01 kota Sorong, Papua Barat.

Selain itu, sepanjang tahun 2020 jumlah gangguan kamtibmas di kota Sorong sebanyak 1.842 kasus dengan penyelesaian sebanyak 849 kasus atau 46 persen. Sementara pada tahun 2019 jumlah gangguan kamtibmas di wilayah kota sorong sebanyak 2. 397 kasus. 

“Gangguan kamtibmas tahun 2020 juga cenderung menurun dibanding 2019. Sementara tindak kriminal yang paling banyak terjadi adalah pencurian kendaraan bermotor sebanyak 440 kasus, penganiayaan 270 kasus, sementara pencurian 211 kasus, untuk kasus pengeroyokan sebanyak 175 kasus dan pencurian disertai kekerasan sebanyak 128 kasus,” pungkasnya [jer]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.