Polda Papua Barat Larang Warga Adakan Konvoi Dan Acara di Malam Pergantian Tahun 1 IMG 20201230 WA0020
Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono [Foto: sus]
Metro

Polda Papua Barat Larang Warga Adakan Konvoi Dan Acara di Malam Pergantian Tahun

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co – Polda Papua Barat melarang warga melakukan konvoi kendaraan dan kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti panggung musik pada malam pergantian tahun 2020 ke 2021, pada 31 Desember 2020. 

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Papua Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, masih dalam suasana pandemi covid-19, warga diminta tidak mengadakan kerumunan ataupun kegiatan di perayaan tahun baru yang dapat mengumpulkan massa, seperti kegiatan live music atau apapun acara di dalam gedung, termasuk konvoi kendaraan di jalan utama. 

“Jika ada, tentu akan langsung ditertibkan karena itu sama sekali tidak boleh. Kumpul kumpul kalau dan kalau sudah banyak orang pasti mengganggu protokol kesehatan, dan kenyamanan warga maka kita tetap amankan,” jelasnya di sela-sela Rapat Koordinasi persiapan pengamanan tahun baru, di Aula Pianemo Polda Papua Barat, Rabu 30 Desember 2020. 

Menurutnya, larangan ini harus ditetapkan warga karena menjaga protokol kesehatan sangat penting sekali untuk ditegakkan agar bisa memutus mata rantai covid,19 secepatnya, sesuai dengan imbauan dan atensi dari pusat. 

“Kita juga berpesan kepada masyarakat pengguna jalan, lebih baik diam di rumah serta memanfaatkan malam tahun baru bersama keluarga dan banyak memanjatkan doa saat perayaan tahun baru 2021,” katanya. 

Dikatakan, pada saat malam tahun baru juga seluruh jajaran Ditlantas Polda Papua Barat akan menggelar patroli untuk memastikan tidak adanya konvoi serta akan dilaksanakan rekayasa lalu lintas. 

Dia menambahkan, tempat biasanya masyarakat akan berkumpul menyambut tahun baru di jalan utama Yos Sudarso – Sanggeng, wilayah Kopal, nanti bersifat situasional, apabila terjadi kerumunan akan dibubar paksa, semua ini demi memastikan tidak ada kecelakaan maupun kerumunan masyarakat di jalan tersebut, dan penerapan protokol kesehatan covid-19 tetap harus lakukan. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.