2.600 Vaksin Covid Tiba di Kota Sorong, Tokoh Adat MOI: Vaksinasi Harus Sukarela Tidak Boleh Dipaksa 1 IMG 20210114 WA0048
Sebanyak 2.600 vaksin tiba di kota Sorong, Papua Barat. [Foto: jersy]
Metro

2.600 Vaksin Covid Tiba di Kota Sorong, Tokoh Adat MOI: Vaksinasi Harus Sukarela Tidak Boleh Dipaksa

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Sebanyak 2.600 dosis vaksin covid-19 Kamis siang, 14 Januari 2021 tiba di kota Sorong, Papua barat. Dikawal dua mobil taktis Brimob kompi B Pelopor Sorong, vaksin covid-19 dibawa dari Bandara DEO Sorong ke unit pelaksana teknis instalasi farmasi milik Dinas Kesehatan kota Sorong yang beralamat di jalan Manibela kilometer 13 kota Sorong, Papua Barat. 

Satu regu brimob yang bertugas mengawal vaksin tersebut kemudian mengangkat dua kardus besar berisikan 2.600 dosis vaksin covid-19 untuk disimpan dalam ruang penyimpanan khusus di UPTD instalasi farmasi kota Sorong.

2.600 Vaksin Covid Tiba di Kota Sorong, Tokoh Adat MOI: Vaksinasi Harus Sukarela Tidak Boleh Dipaksa 4 IMG 20210114 WA0059
Vaksin covid-19 untuk disimpan dalam ruang penyimpanan khusus di UPTD instalasi farmasi kota Sorong [Foto: jersy]
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Penyakit Menular dari Dinas Kesehatan Papua Barat, Edi Sunandar mengatakan, untuk termin pertama ini Provinsi Papua Barat mendapatkan jatah sebanyak 7.100 vaksin khusus untuk tiga daerah yang memiliki angka terkonfirmasi positif tertinggi di papua barat, yaitu kota Sorong kabupaten Manokwari dan kabupaten Manokwari Selatan (Mansel). 

“Termin pertama itu untuk tiga kabupaten yaitu kabupaten Manokwari, kabupaten Manokwari Selatan dan kota Sorong. Yang dikirim ke kota Sorong itu 2.600 vial untuk tenaga kesehatan sebanyak 1.300,” ujarnya. Kamis  14 Januari 2021.

2.600 Vaksin Covid Tiba di Kota Sorong, Tokoh Adat MOI: Vaksinasi Harus Sukarela Tidak Boleh Dipaksa 5 IMG 20210114 WA0053
Tokoh adat suku Moi, Melkianus Osok [Foto: jersy]
Menanggapi rencana vaksinasi terhadap warga, tokoh adat suku Moi, Melkianus Osok, meminta pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara sukarela dan tidak boleh ada paksaan kepada warga, karena menurutnya, belum adanya sosialisasi tentang efek dari vaksin covid-19 saat disuntik atau efek samping yang ditimbulkan ketika vaksin ini telah disuntikan ke tubuh sehingga membuat banyak warga takut divaksin.

“Saya sarankan barangkali masyarakat kota Sorong tidak boleh dipaksa untuk di vaksin! tergantung siapa yang memenuhi syarat untuk divaksin, itu yang divaksin. Jangan sampai yang tidak layak divaksin, punya penyakit tertentu, divaksin fatal, siapa yang bertanggung jawab,” pungkasnya. 

Untuk vaksin vaksin tersebut nantinya akan diberikan kepada 1.500 tenaga medis dan forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) kota Sorong yang mana rencana vaksinasi akan dilakukan di awal bulan Februari 2021. Dinas kesehatan kota Sorong rencananya akan melakukan sosialisasi tentang vaksin covid-19 sebelum vaksinasi dilakukan bulan depan. [jer]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

One Reply to “2.600 Vaksin Covid Tiba di Kota Sorong, Tokoh Adat MOI: Vaksinasi Harus Sukarela Tidak Boleh Dipaksa

  1. Ia z s7 dgn bpk adat….,benar jgn ada paksaan untk masyarakat agar mau di suntik tpi hargai juga alasan mereka, trs kenapa ada sangsih buat mereka yg menolak untuk di suntik…,ingat mereka punya hak juga,…untuk melindungi diri dari hal tdk rasa nyaman…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.