Mensukseskan Pesparawi Ke XIII Se-Tanah Papua Gunakan Dana Hiba Rp 5 Miliar 1 IMG 20210115 090426 scaled
Caption : Ketua Panitia Pesparawi ke XIII se-Tanah Papua Abia Ullo/sus
Metro

Mensukseskan Pesparawi Ke XIII Se-Tanah Papua Gunakan Dana Hiba Rp 5 Miliar

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co – Menggelar Pesparawi se-tanah Papua tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2021, dengan tema : Hendak menyanyi bagi Tuhan selama aku hidup.

Ketua Panitia Pesparawi ke XIII se-tanah Papua, Abia Ullo mengatakan, dalam Rapat LPPD se- Papua Barat disepakati dilaksanakan Pesparawi XIII menetapkan pelaksanakan di lima kabupaten Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Kaimana, Teluk Wondama, Fakfak dan kota Sorong.

Untuk kabupaten Manokwari menjadi tuan rumah sekaligus pembukaan kegiatan dalam pelaksanaan Pesparawi Manokwari Raya, peserta dari Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Teluk Wondama,” terangnya dalam jumpa pers, di kantor LPPD Papua Barat, Kamis 17 Januari 2021.

Dikatakan, untuk Tiga kabupaten menjadi tuan rumah sendiri, adalah : kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Kaimana dan Kabupaten Fakfak.

Sedangkan Kota Sorong menjadi pelaksaan Pesparawi Sorong Raya, yaitu : Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Tambrauw,” jelasnya.

Untuk pembukaan Pesparawi se – Tanah Papua pada 17 Februari 2021 dan dilaksanakan perlombaan Pesparawi di seluruh kabupaten, perlombaan selesai langsung diumumkan saat itu juga pemenangnya, untuk menerima tropi dilakukan pada 28 Februari 2021 di kota Sorong. Dan dewan juri berasal dari luar kota.

Dalam Pesparawi ini ada 12 kategori lomba yaitu : Lomba paduan suara dewasa campuran (PSDC), lomba paduan suara Pria (PSP), lomba paduan suara Wanita (PSW), lomba paduan suara remaja, pemuda campuran (PSJPC), lomba paduan suara anak (PSA), lomba vocal grup Pemuda (VGP), lomba musik pop gerejawi putra atau putri atau gabungan putra putri (MPG), lomba solo remaja pemuda putra, lomba solo remaja putri, lomba solo anak putra atau putri usia 7 – 9 tahun, lomba solo anak putra atau putri usia 10 – 13 tahun dan lomba musik etnik,” papar mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Barat ini.

Semua dilakukan seperti ini, agar terhindar dari klaster baru Covid-19 dan pelaksaanya dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Didalam kepanitiaan ini ada seksi Kesehatan juga, maka setiap perlombaan sudah disiapkan tenaga medis, para peserta Pesparawi terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan Rapid tes, sehingga protokol kesehatan diperketat pada pelaksanaan lomba nanti,” kata Ullo.

Panitia juga mengatur jumlah penonton dibatasi hanya 50 kursi dan sudah di siapkan melalui live streaming, YouTube, Instagram dan Facebook. Sehingga masyarakat tidak berkerumun.

Abia meminta kepada setiap tuan rumah di daerah agar menyiapkan sara dan prasarana untuk peserta Pesparawi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dana yang digunakan sebanyak Rp 5 miliar bantuan dana hiba dari provinsi Papua Barat.(sus)


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.