Minta Polres R4 Usut Tuntas Kasus Korupsi, ARAB Gelar Demo Dan Tandatangani Petisi 1 IMG 20210202 WA0051
Aliansi Raja Ampat Bersatu (Arab) menggelar aksi demo dan penandatanganan petisi. [Foto: dema]
Metro

Minta Polres R4 Usut Tuntas Kasus Korupsi, ARAB Gelar Demo Dan Tandatangani Petisi

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, BeritaAktual.co Puluhan orang dari Aliansi Raja Ampat Bersatu (Arab) menggelar aksi demo dan penandatanganan petisi yang berlangsung di halaman Polres kabupaten Raja Ampat Selasa 02/02/2021. Aksi demo yang dilakukan ARAB ini bertujuan agar Kapolres beserta jajarannya segera mengusut tuntaskan kasus kasus korupsi yang merugikan negara, terlebih lebih merugikan masyarakat raja ampat. 

Koordinator aksi, Alberd Mayor mengatakan belajar dari kasus kasus yang telah terjadi yakni, korupsi septic tank oleh oknum ASN sebesar 7,2 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 di dinas PU kabupaten Raja Ampat yang ditindaklanjuti oleh tim penyidik tindak pidana korupsi Kejari Sorong dan Kejati Papua Barat dan sudah berstatus hukum namun tidak diproses diduga terjadi pembiaran. 

Kemudian kasus korupsi Jalan Lingkar Waigeo (JLW) yang merugikan negara, dan kasus korupsi normalisasi kali waisai, dugaan penyalahgunaan dana otsus, dugaan penyalahgunaan dana covid19, serta dugaan manipulasi data hasil CPNS Formasi 2018 oleh oknum pejabat pemda raja ampat, serta penyalahgunaan kekuasaan oleh Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati akan hak-hak seluruh ASN dan honorer dilingkungan pemerintah kabupaten Raja Ampat. “Kami sudah melaporkan ke pihak polres, maka hari ini disertai dengan penandatanganan petisi, dan kami serahkan kepada polres raja ampat,” ujar Albert 

Minta Polres R4 Usut Tuntas Kasus Korupsi, ARAB Gelar Demo Dan Tandatangani Petisi 4 20210203 210257
Pamflet pamflet bertuliskan asprasi [Foto: dema]
Terkait kasus kasus tersebut lanjut dia, petisi akan dilayangkan kepada, Polres Raja Ampat, Kejaksaan Negeri Sorong, Kejaksaan tinggi Papua Barat, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Republik indonesia, Mahkamah Agung Republik Indonesia, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia agar segera memperhatikan serta mengusut tuntas kasus kasus yang telah terbukti sudah kuat, namun tidak ada penyelesaian terkesan hukum tajam kebawah tumpul keatas. 

“Hari ini kami datang di halaman mapolres raja ampat hanya menyampaikan dengan hati yang penuh kerendahan kepada kapolres dan jajaranya, bahwa kegiatan unjuk rasa dari aliansi raja ampat mengantarkan beberapa kasus yang berasal dari APBD milik masyarakat raja ampat. Tidak ada jalan lain karena berbagai upaya telah dilakukan namun semuanya terkesan berjalan di tempat dan pihaknya (ARAB) juga telah melakukan upaya koordinasi dengan pihak polres raja ampat beberapa waktu lalu. Unjuk rasa ini mewakili masyarakat raja ampat dari 24 distrik, 117 kampung, 4 kelurahan yang yang ada di kabupaten raja ampat yang menginginkan perubahan,” pungkasnya. 

Menanggapi tuntutan aksi, Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre JW Manuputty SIK, membenarkan jika ia dan beberapa perwakilan dari aliansi raja ampat bersatu (Arab) sudah membahas apa yang menjadi aspirasi. 

Kapolres juga menerangkan terkait laporan yang telah masuk berupa pengaduan yang mana sudah dilaksanakan penyelidikan, karena habis penyelidikan beberapa orang diperiksa, kemudian akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan kasus tersebut apakah ditingkatkan penyidikan atau dihentikan. 

“Saya akan memerintahkan kasat reskrim tangani agar dituangkan dalam SP2HP kepada pelapor dan kirim ke alamat yang bersangkutan, kebetulan beliau ada di belakang saya ini,” pungkas Kapolres sembari mengucapkan terima kasih kepada aliansi raja ampat yang melaksanakan unjuk rasa dengan baik dan tertib. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain bagaimana orang mengekspresikan aspirasi tanpa ada tindakan anarkis melebihi kapasitas dan menerapkan protokol kesehatan. [drk]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.