Virtual Wakapolda PB Bersama Forkopimda, Toga Dan Todat Bahas Kaimana Bebas Korupsi 1 IMG 20210226 WA0077
Virtual Wakapolda PB Bersama Forkopimda, Toga Dan Todat Kaimana. Jumat, 26 Februari 2021. [Foto: ronal]
Metro

Virtual Wakapolda PB Bersama Forkopimda, Toga Dan Todat Bahas Kaimana Bebas Korupsi

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA, BeritaAktual.co Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta Tokoh Agama dan Tokoh Adat kabupaten Kaimana menghadiri kegiatan pencanangan zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Kegiatan yang berlangsung di Polres Kaimana Jumat, 26 Februari 2021 dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol. Petrik R. Renwarin, SH, MSi. secara virtual.

Sambutan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Dr. Tornagogo Sihombing, SIK, MSI, yang dibacakan Wakapolda bahwa, seiring dengan kemajuan zaman, tuntutan masyarakat semakin berubah dengan adanya transparansi, begitu pun dengan pelayanan publik semakin diharapkan memudahkan urusan masyarakat dimana praktik suap dan pungli menjadi musuh bersama. Publik juga mengharapkan tidak adanya pelayanan dari pemerintah yang berbelit, karena yang dibutuhkan kedepan adalah kecepatan, cepat melayani, cepat beradaptasi, cepat mengadopsi hal baru dan cepat mengejar ketinggalan. 

“Inilah kunci suksesnya negara untuk menjadi bangsa pemenang, bangsa yang berdaya saing tinggi, melakukan reformasi sistem yang sejalan kecepatan teknologi dan informasi, dan bila landscape kehidupan sudah berubah sedemikian drastisnya, birokrasi harus didorong melalui transformasi yang fundamental. Maka cara tercepat yang dapat ditempuh adalah melalui pembangunan zona integritas,” tuturnya Wakapolda. Jumat, 26 Februari 2021.

Senada, Kapolres Kaimana AKBP. Iwan P. Manurung SIK, menyampaikan tujuan dari berlangsungnya kegiatan ini untuk meningkatkan pelayanan dan kepercayaan publik. Selain itu, tujuan utama dalam pembangunan zona integritas menuju WBBM adalah untuk mencegah terjadinya tindak korupsi, kolusi dan nepotisme dan meningkatkan kualitas pelayanan publik “Zona integritas merupakan miniatur dari implementasi reformasi birokrasi serta merupakan target capaian program 100 hari Kapolri, Drs. Listyo Sigit Prabowo, MSI,” ujarnya.

Dalam implementasi pembangunannya lanjut Kapolres, terdapat enam komponen yaitu manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas publik, serta dua komponen hasil yaitu terwujudnya pemerintah yang bersih dan bebas dari KKN dan terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat yang harus dicapai semaksimal mungkin. 

“Dengan adanya zona integritas, maka target-target dalam roadmap reformasi birokrasi dan 100 hari Kapolri dalam rangka transformasi pelayanan publik secara otomatis dapat tercapai tahun 2021 ini, karena tahun 2021 merupakan tahun kedua dalam pelaksanaan roadmap reformasi birokrasi tahun 2020-2024,” terangnya

Menurut Kapolres, bukan hanya pemerintah yang menargetkan terwujudnya “birokrasi berkinerja tinggi efektif dan efisien, tetapi seluruh aparatur negara, baik bhayangkara polri, prajurit TNI maupun ASN pada kementerian/lembaga, dari pemerintah pusat hingga daerah sejatinya dan hakikatnya adalah alat negara untuk hadir melayani masyarakat. 

“Mewujudkan hal tersebut bukanlah mudah, namun juga bukan suatu hal yang mustahil jika kita tetap pada komitmen tiap-tiap instansi pemerintah, perlu membangun komitmen bersama dan melakukan perubahan secara terstruktur, mulai dari membangun budaya kerja, memangkas birokrasi yang berbelit-belit, meningkatkan profesionalisme SDM serta melakukan pengawasan secara efektif,” kata dia

Kapolres menambahkan, kabupaten kaimana melalui polres selaku pelaksana tugas dan wewenang polri di wilayah ini dapat menggali lebih dalam apa yang diinginkan dan diharapkan oleh masyarakat Papua Barat. Sebab itu, institusi polri ini akan tumbuh dan berkembang dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. “Karena prinsip tersebut juga sejalan dengan paham kepolisian di semua negara yang disebut new modern police philosophy, yakni “vigilant quiescant” (kami berjaga sepanjang waktu agar masyarakat tentram),” pungkasnya. [ron]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.