Ketua MRP PB: Data Pemohon Rekomendasi Bintara Otsus Membludak 1 IMG20200924124836 scaled
Caption : Ketua MRP Papua Barat, Maxsi Nelson Ahoren/sus
Metro Hukrim Pemerintahan

Ketua MRP PB: Data Pemohon Rekomendasi Bintara Otsus Membludak

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MANOKWARI, BeritaAktual.co – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Maxsi Nelson Ahoren menjelaskan, bahwa pertanggal 10 Maret data keseluruhan permohonan rekomendasi sudah mencapai 1.692 orang, dari Tiga kabupaten yakni, kabupaten Manokwari, kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) dan kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

“Sedangkan untuk data masing-masing Kabupaten belum dipisahkan. Namun, sementara untuk Kabupaten Manokwari Selatan dan Kabupaten Pegunungan Arfak belum mencapai 50 orang,” terang mantan Anggota DPR Papua Barat ini, di ruang kerjanya, Selasa 16 Maret 2021.

Dikatakan, pendaftar yang paling banyak dari tiga kabupaten ini adalah kabupaten Manokwari, dan data permohonan yang sudah diverifikasi itu kurang lebih sebanyak 900 lebih yang sudah di verifikasi.

“MRP-PB sudah melakukan verifikasi berdasarkan golongan klasifikasi yang mana dalam pendaftaran ini untuk klasifikasi A (OAP) ada 1.118 orang, klasifikasi B (Mama OAP) ada 80 orang dan klasifikasi C (Lahir, Besar dan sekolah SD, SMP dan SMA di Papua Barat) ada 494 orang,” beber Ahoren.

Lebih lanjut Ahoren mengatakan, bahwa pada hari Kamis 18 Maret 2021 nanti, Tim dari MRP-PB akan melakukan pertemuan bersama tim Polda Papua Barat, akan membahas menyangkut tentang tata cara pelaksanaan penerimaan rekrutmen yang ada di kabupaten-kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat.

“Selanjutnya akan melakukan koordinasi, Minggu depan tim MRP-PB akan bergerak ke daerah pemilihan masing-masing, untuk melakukan verifikasi berkas administrasi,” ujarnya Pria berasal dari suku Arfak, Ransiki – Manokwari Selatan.

Sedangkan untuk Kesehatan dan tinggi badan akan dikembalikan kepada polres masing-masing, saat verifikasi nantinya disitu akan dilihat juga apakah calon pendaftar bertato atau memiliki riwayat penyakit yang sangat kronis, begitu juga bagi mereka yang menggunakan silikon pada alat kelamin itu tidak bisa ditoleransi dengan sendirinya akan gugur.

“Seleksi tetap dilaksanakan di kabupaten yang meliputi, pertama menyangkut tentang umur, kedua tinggi badan, ketiga menyangkut administrasi yang nanti di verifikasi MRP-PB, keempat menyangkut kesehatan,” tegas Maxsi.

Menurut Maxsi MRP-PB akan ikut andil dalam pemeriksaan tersebut, karena ini menyangkut dengan penggunaan dana Otsus karena pertanggung jawaban dana ini kepada pemerintah dan kepada masyarakat. Sehingga MRP-PB akan melakukan pengawasan secara baik dan kami akan melakukan pengawasan secara rutin dan berkala, agar supaya tidak kecolongan.

Ia menambahkan, terkait hal ini dikhawatirkan terindikasi ada beberapa orang yang sudah melakukan pendaftaran dibeberapa kabupaten, dengan menggunakan data-data yang tidak sesuai atau manipulasi KTP dan data keluarga. Oleh karena itu kenapa sampai MRP-PB turun lapangan.

“Karena yang jelas kami akan tau dengan turun lapangan langsung, sehingga mendapat data yang valid,” tandasnya. [sus]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.