Senator Papua Barat MSR Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar 1 20200812 130808
Senator Papua Barat, Sanusi Rahaningmas (MSR]) [Foto: istimewa]
Metro Nasional

Senator Papua Barat MSR Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Makassar

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Senator asal Papa Barat M. Sanusi Rahaningmas (MSR) mengecam aksi bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan Minggu, (28/3/2021), sekitar pukul 10.28 WITA. 

Sanusi menilai tindak kekerasan terhadap suatu perbedaan tak bisa dibenarkan karena menurut dia, aksi kekerasan bukan ajaran dari agama mana pun apalagi kejadian bom bunuh diri tersebut terjadi dalam suasana hari Ibadah bagi umat Kristiani dan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan bagi umat Muslim. 

“Hari ini negara dan masyarakat Indonesia  dikejutkan lagi dengan sebuah peristiwa biadab yang dilakukan oleh orang tertentu di salah satu gereja di Makassar. Apapun alasanya tragedi ini merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji dan terkutuk karena tidak ada dalam ajaran agama manapun yang menyuruh untuk melakukan tindakan tindakan yang brutal, apalagi ditujukan kepada saudara saudara kristiani yang lagi beribadah,” kata Sanusi. 

Atas peristiwa tersebut Sanusi meminta kepada aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus bom yang terjadi sampai tuntas ke akar akarnya sehingga bisa terbongkar jika ada kelompok kelompok yang ikut terlibat dalam insiden tersebut. 

“Perilaku orang orang seperti itu yang membuat negara menjadi cemas dan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa serta merusak toleransi umat beragama di negara berkedaulatan ini,” ujar Sanusi.

Senator asal Papua Barat yang akrab disapa MSR Batik Merah ini juga meminta kepada semua denominasi agama agar tetap bersatu dan memerangi tindakan tindakan yang dilakukan oleh oknum oknum tertentu yang bertujuan untuk memecah belah bangsa dengan mengadu domba sesama dan antar agama 

“Apapun bentuk dari semua rencana jahat yang ingin merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, wajib hukum nya kita bersatu untuk melawan dan membasmi tindakan tindakan tersebut di negara yang kita cintai ini, baik dari Sabang sampai Merauke dari ujung Sumatera sampai ke Papua Barat sebagai wujud toleransi di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya [red]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.