Nama Tak Lagi Masuk Daftar Penerima BST, Ratusan Warga Kota Sorong Palang Jalan  1 IMG 20210419 WA0040
Metro

Nama Tak Lagi Masuk Daftar Penerima BST, Ratusan Warga Kota Sorong Palang Jalan 

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co – Lantaran nama tak lagi masuk dalam daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk pembayaran tahap sembilan dan sepuluh, ratusan warga Sorong Senin, 19 April 2021 memblokade jalan Ahmad Yani nomor 19 tepat di depan Kantor Pos kota Sorong. 

Tanpa mengindahkan protokol kesehatan, jalan diblokade dengan menggunakan papan pengumuman mengakibatkan kemacetan karena hanya jalur satu arah yang difungsikan menjadi jalur dua arah.

Nama Tak Lagi Masuk Daftar Penerima BST, Ratusan Warga Kota Sorong Palang Jalan  4 IMG 20210419 WA0026
Warga palang jalan menggunakan papan pengumuman [Foto: jersy]
Salah satu warga, Yance mengatakan, ia bersama warga lainnya kesal lantaran nama mereka tidak lagi masuk dalam daftar penerima BST, padahal sebelumnya nama mereka masuk dalam daftar sebagai penerima. 

“Saya dari kelurahan Malanu, tidak ada nama. Sedangkan tahap-tahap pertama itu saya ada nama. Kita coba ke petugas untuk membagi undangan, tapi mereka bilang nanti lihat di nama di depan. Warga sudah Tarik itu daftar nama kedepan jalan raya, kita kesini kita lihat, ternyata nama memang tidak ada,” ujarnya Senin, 19 April 2021. 

Nama Tak Lagi Masuk Daftar Penerima BST, Ratusan Warga Kota Sorong Palang Jalan  5 IMG 20210419 WA0034
Kadis Sosial kota Sorong, Manase Jitmau [Foto: jersy]
Kepala Dinas Sosial kota Sorong, Manase Jitmau dan kepala Kantor Pos Sorong, Denny Lumban Toruan bersama lurah lurah kemudian menemui warga untuk menjelaskan tentang nama mereka yang hilang dari daftar menerima BST tahap sembilan dan sepuluh. Dalam penjelasan kadis Sosial bahwa, saat ini sedang terjadi pemutakhiran data, mengingat Menteri Sosial kini dijabat pejabat yang baru, yaitu Tri Risma Harini 

“Datanya kan tidak valid! Karena ada dobel nama, masyarakat tidak punya KTP hanya menggunakan kartu keluarga. Ini yang terpaksa gugur. Tapi ya saya optimis, sebagai kepala Dinas Sosial saya akan usahakan ke Jakarta untuk dibicarakan disana. Mau tidak mau mereka (warga) yang berjumlah 3000 lebih ini harus segera dibayar, sementara sisa empat ribu lebih itu nanti kita upayakan validasi data,” kata Manase. 

Namun penjelasan Kadis Sosial tidak membuat warga tenang, padahal kadis sudah berjanji akan mengurusnya ke pusat. Mereka justru malah berteriak dan memaksa kantor Pos Sorong menghentikan pembayaran yang sementara berlangsung. Akibatnya pihak kantor Pos terpaksa menutup loket untuk menghindari kemarahan warga. 

Untuk kota Sorong lebih dari 8000 warga sebagai penerima BST tahap pertama hingga tahap delapan, namun pada tahap ke sembilan dan sepuluh hanya 3000 lebih yang memperoleh bantuan, sementara 4000 lebihnya hilang dari daftar penerima bantuan tersebut. 

Aksi ini tidak mengganggu aktivitas warga kota Sorong karena beberapa jam kemudian warga kemudian membuka blokade jalan sehingga arus lalu lintas kembali normal. [jersy]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.