Tak Dilibatkan Dalam Prosesi Adat, Pemilik Hak Ulayat Ngamuk Minta Hentikan Pembangunan 1 IMG 20210519 WA0058
Metro

Tak Dilibatkan Dalam Prosesi Adat, Pemilik Hak Ulayat Ngamuk Minta Hentikan Pembangunan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co – Lantaran kesal tak dilibatkan dalam prosesi adat, pemilik hak ulayat marga Bewela mendatangi dan mengamuk usai Walikota Sorong, Lambertus Jitmau meletakan batu pertama pembangunan Stadion Bewela (Hockey) kota Sorong, Papua Barat. Rabu, 19 Mei 2021.

Belasan anak dan cucu pemilik hak ulayat ini datang dan masuk kedalam lapangan sepak bola Hockey, kampung baru dan berteriak meminta pembangunan stadion segera dihentikan jika tidak melibatkan mereka dari marga Bewela.

Tak Dilibatkan Dalam Prosesi Adat, Pemilik Hak Ulayat Ngamuk Minta Hentikan Pembangunan 4 IMG 20210519 WA0054
Peletakan batu pertama Stadion Bewela dilakukan oleh Walikota Sorong, Lambert Jitmau [Foto: jersy]
Dua pemilik hak ulayat, yakni Wellem dan Yance bersama marga Bewela lainnya tidak terima dengan sikap pemerintah kota Sorong yang baru menyampaikan undangan pelaksanaan peletakan batu pertama kepada mereka sebagai pemilik hak ulayat di hari pelaksanaan peletakan batu pertama.

“Diundang tapi secara aturan kita berembuk, atur dulu baru kita lakukan secara bersama-sama sehingga sah. Kita kaget jam 3 sore undangan tiba di rumah ternyata langsung acara peletakan batu pertama. Ada apa dibalik ini,” ujar Welem Bewela.

Tak Dilibatkan Dalam Prosesi Adat, Pemilik Hak Ulayat Ngamuk Minta Hentikan Pembangunan 5 IMG 20210519 WA0057
Welem Bewele ngamuk tak dilibatkan dalam prosesi adat sebagai pemilik hak ulayat [Foto: jersy]
Sementara itu, Walikota Sorong, Lambertus Jitmau menegaskan, pembangunan sarana olahraga berupa stadion di kota Sorong, Papua Barat tetap harus dilaksanakan, karena stadion Bewela dibangun di bekas lapangan Hockey yang menjadi salah satu ikon kota Sorong.

Pembangunan stadion sepakbola bertaraf internasional ini menurut Walikota, berangkat dari keprihatinan pemda kota Sorong, karena pemuda-pemuda yang memiliki bakat sepak bola tidak punya sarana untuk mendukung mereka.

“Saya puas, karena saya menghadirkan fasilitas yang sangat luar biasa untuk generasi muda di tanah ini. Walau kita orang tua, jika ada pertandingan juga pasti kita nonton, tapi selama ini kondisi lapangan Hockey prihatin sekali. Coba lihat anak-anak waktu hujan mereka main disini kayak hewan betul, karena pecek. Tendang bola juga tidak bisa jauh, tetap ditempat karena air tergenang di stadion. Kota ini sudah bagus kenapa kita tidak berani bangun fasilitas ini, makanya kita bangun,” tutupnya.

Diketahui, pembangunan stadion Bewela diperkirakan menelan dana sebesar Rp 90.000.000,- (sembilan puluh lima miliar), stadion ini akan dilengkapi sarana pendukung layaknya stadion Internasional lengkap dengan pusat perbelanjaan dan hotel di sekitar stadion tersebut. Direncanakan pertengahan tahun depan pembangunan stadion Bewela sudah rampung dikerjakan, dan pemerintah kota Sorong menargetkan akan meraih banyak income jika stadion ini telah diresmikan dan difungsikan untuk kegiatan bertaraf nasional maupun internasional. [jersy]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.