Dipimpin Presiden RI, Bupati Kaimana Ikut Upacara Harlah Pancasila Pakai Baju Adat Papua 1 IMG 20210601 WA0037 1
Bupati Kaimana dengan baju adat Papua, saat mengikuti upacara secara Virtual di Ruang Pertemuan daerah bersama para unsur Forkompimda di Kabupaten Kaimana. Selasa, 01 Juni 2021. [Foto: ronal wenur]
Metro

Dipimpin Presiden RI, Bupati Kaimana Ikut Upacara Harlah Pancasila Pakai Baju Adat Papua

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KAIMANA,BeritaAktual.co Memakai baju adat dari Papua, Bupati kabupaten Kaimana, Freddy Thie mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke 76 secara virtual. Upacara yang digelar tersebut dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo langsung dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Selasa, 01 Juni 2021.

Adapun tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2021 adalah “Pancasila Dalam Tindakan, Bersatu Untuk Indonesia Tangguh” Upacara juga dilaksanakan dengan memakai baju adat masing-masing daerah.

Dalam amanatnya, Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

“Sejumlah tantangan yang sementara dihadapi bangsa ini adalah untuk menanamkan secara kuat nilai-nilai Pancasila dalam diri masyarakat Indonesia,” kata Jokowi.

Kata Jokowi, walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sejak negara ini berdiri, namun tantangan yang dihadapi tidaklah ringan, yang mana globalisasi dan interaksi antar belahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Tetapi juga menimbulkan berbagai tantangan yang harus diwaspadai, yaitu mengenai ideologi.

“Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antar pandangan, rivalitas antar nilai-nilai dan rivalitas antar ideologi,” terang Jokowi.

Jokowi menambahkan, pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa, namun diperlukan cara-cara baru yang luar biasa dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama revolusi industri 4.0 yang memberikan kemudahan dalam berdialog, dan berinteraksi berskala besar lintas negara. Selain itu, dengan perkembangan konektivitas 5G yang melanda dunia juga membuat interaksi antara berbagai masyarakat juga semakin mudah dan cepat.

“Ingat, nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Segenap bangsa memerlukan cara-cara baru yang luar biasa, dan mampu mengoptimalkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentunya Pancasila juga harus menjadi pondasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkeindonesiaan.

Turut hadir mengikuti upacara ini, Wakil Bupati Kaimana, Ketua DPRD Kaimana, Kapolres Kaimana, Dandim Kaimana, Danyon Kaimana, Ketua Pengadilan Kaimana. [ronal]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.