108 Nakes Dari 3 RS Dan Puskesmas Kota Sorong Terpapar Covid-19, Pelayanan Pasien Umum Ditutup 1 IMG 20210708 WA0046
RSUD Sele Be Solu [Foto: JAS]
Metro

108 Nakes Dari 3 RS Dan Puskesmas Kota Sorong Terpapar Covid-19, Pelayanan Pasien Umum Ditutup

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Sejumlah rumah sakit rujukan pasien covid-19 di kota Sorong, Papua Barat terpaksa menutup pelayanan kepada pasien non covid-19, lantaran terdapat 108 tenaga kesehatan (nakes) terpapar covid-19.

Salah satunya, rumah sakit umum Sele Be Solu milik pemerintah kota Sorong yang beralamat di jalan Sele Be Solu, kelurahan Klawalu, kota Sorong yang terpaksa menutup pelayanan kepada pasien umum atau non covid-19, pasca 28 tenaga kesehatannya dinyatakan terpapar covid-19.

Artinya RSUD Sele Be Solu mencatat jumlah tertinggi 28 nakes yang terpapar covid-19, disusul RS Mutiara dengan 15 nakes, kemudian RS Kasih Herlina sebanyak 11 nakes. Namun tak hanya rumah sakit, sebanyak 30 nakes di sejumlah Puskesmas kota Sorong juga terkonfirmasi positif covid-19.

108 Nakes Dari 3 RS Dan Puskesmas Kota Sorong Terpapar Covid-19, Pelayanan Pasien Umum Ditutup 4 IMG 20210708 WA0052
Jubir Satgas Covid-19 kota Sorong, Rudy Lakku [Foto: JAS]
Juru bicara Satgas Covid-19 kota Sorong, Rudy Lakku Kamis, 08 Juli 2021 menyampaikan, dengan meningkatnya jumlah nakes yang terpapar covid-19, mengakibatkan rumah sakit untuk merawat pasien covid-19 kekurangan tenaga kesehatan di tengah semakin meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di kota sorong.

“Sekarang ini karena ada pembatasan pasien di rumah sakit darurat karena tempatnya ada tetapi tenaga medisnya terbatas. Di RS rujukan covid-19 tidak menerima pasien karena keterbatasan tenaga medis apalagi dengan adanya 108 tenaga medis yang terpapar covid-19,” kata Rudy.

108 Nakes Dari 3 RS Dan Puskesmas Kota Sorong Terpapar Covid-19, Pelayanan Pasien Umum Ditutup 5 IMG 20210708 WA0051
Ketua Perhimpunan Rumah Sakit se Papua Barat, Dr Jerry Nikijuluw [Foto: JAS]
Ketua Perhimpunan Rumah Sakit se Papua Barat, Dr Jerry Nikijuluw mengaku, tenaga kesehatan yang menangani pasien umum banyak yang dialihkan untuk menangani pasien covid-19, sehingga perawatan pasien umum menjadi terbengkalai. Disamping itu para nakes juga sudah kewalahan menghadapi lonjakan pasien covid-19 yang semakin menggila dalam dua pekan terakhir. Hingga saat ini, seluruh rumah sakit di kota Sorong sementara merawat lebih dari 180 pasien covid-19.

“Sekarang di RSRC ada 55 pasien, di RS AL ada 60 pasien, RS Pertamina sudah penuh. Di RS AL sudah penuh tidak bisa menampung pasien umum. Untuk bisa mengatasi semua tenaga kesehatan harus ditambah. Saya akan bicara dengan Walikota untuk menambah nakes. RSRC sementara menangani 55 pasien covid-19 dengan 10 tenaga perawat saja,” ungkapnya.

Penutupan pelayanan terhadap pasien non covid-19 ini dilakukan hingga para nakes yang terpapar covid-19 dinyatakan sembuh. Sementara pasien non covid-19 dialihkan ke rumah-rumah sakit lainnya yang tidak melayani pasien covid-19. [jas]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.