Cegah Hal Yang Tak Diinginkan, Polsek Sorong Kepulauan Police Line Sumur Warga di Doom 1 IMG 20210808 WA0062
Polisi Police Line Sumur di Doom [Foto: JAS]
Metro

Cegah Hal Yang Tak Diinginkan, Polsek Sorong Kepulauan Police Line Sumur Warga di Doom

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Polsek Sorong Kepulauan memasang pilice line (garis polisi) di sumur milik John Resubun di RK 2 pulau Doom, distrik Sorong Kepulauan yang sempat viral di media sosial Facebook lewat unggahan seorang netizen beberapa waktu lalu. Polisi beralasan pemasangan garis polisi tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi sambil menunggu pemilik sumur mengurus surat-surat izin penggalian di Dinas Pertambangan kota Sorong.

Kapolsek Sorong Kepulauan, Kompol Abdul Kadir ketika dikonfirmasi di Mapolsek Sorong Kepulauan di jalan Tribrata, Pulau Doom Minggu, 8 Agustus 2021 menjelaskan, alasan pihaknya memberi police line agar pemilik sumur tidak melakukan kegiatan penggalian dalam bentuk apapun di lokasi sumur tersebut.

Menurut Kapolsek, berdasarkan keterangan dari keterangan pemilik sumur, sumur itu digali untuk mendapatkan air bukan menggali emas, yang mana sumur itu sudah digali sedalam kurang lebih 12 meter.

Cegah Hal Yang Tak Diinginkan, Polsek Sorong Kepulauan Police Line Sumur Warga di Doom 4 IMG 20210808 WA0058
Kapolsek Sorong Kepulauan, Kompol Abdul Kadir [Foto: JAS]
“Alasan kami memberikan police line terkait masalah adanya penggalian sumur. Saya juga belum tahu apa yang ada di bawah sumur yang akan diambil. Yang jelas sumur itu sudah digali sedalam 12 meter dengan alasannya untuk mendapatkan air. Tapi kami tetap menjaga apapun alasannya demi masyarakat yang ada pulau Doom, guna menjaga kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi. Dengan adanya inilah kami dari pihak kepolisian khususnya di Polsek Kepulauan ini mengambil tindakan mem-police line agar semua kegiatan dihentikan,” ujar Kapolsek. Minggu (08/08/2021).          

Sementara itu pemilik sumur, John Resubun menjelaskan, garis polisi tersebut dipasang setelah diunggah viral di sebuah akun di sebuah grup berbagi informasi di Facebook, tentang adanya luapan air di RK 2 pulau Doom, distrik Sorong Kepulauan yang jika tidak ditangani akan berdampak mirip lumpur lapindo di Jawa Timur.

Cegah Hal Yang Tak Diinginkan, Polsek Sorong Kepulauan Police Line Sumur Warga di Doom 5 IMG 20210808 WA0059
Pemilik sumur, John Resubun [Foto: JAS]
Setelah postingan tersebut viral pekan lalu di Facebook menurut John, ia langsung dipanggil ke Mapolsek Sorong Kepulauan untuk dimintai keterangan terkait sumur tersebut. Usai diperiksa, polisi langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memasang garis polisi.

“Proses penggalian sumur ini sudah dihentikan sejak dua bulan yang lalu setelah menemukan air bersih. Police line ini setelah mereka melihat postingan di medsos. Mereka memanggil saya ke polsek trus mereka datang untuk menghentikan pekerjaan ini. Pekerjaan ini sudah dihentikan dua bulan yang lalu setelah kami pecahkan batu lalu mendapat air ini,” tandasnya.

Untuk menyelesaikan kesalahpahaman terkait penggalian sumur tersebut, Polsek Sorong Kepulauan akan memanggil pemilik akun yang menyebarkan postingan tersebut untuk mengetahui maksud dan tujuannya.

Sebelumnya, unggahan sebuah akun di grup berbagi informasi facebook tentang luapan air di RK 2 pulau Doom, distrik Sorong Kepulauan yang jika tidak ditangani akan berdampak mirip lumpur lapindo di Jawa Timur sempat viral. Pemilik akun tersebut bahkan menyebutkan John Resubun dan saudaranya bukan berencana menggali sumur namun akan menambang emas, namun postingan tersebut telah dibantah oleh John Resubun dan kepala Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) kota Sorong, Julian Kelly Kambu yang sempat meninjau langsung sumur tersebut pada Kamis pekan lalu. [jas]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.