Salah Vonis Terpapar Covid-19, Keluarga Pasien Tuntut RSUD Raja Ampat 1 IMG 20210810 WA0060
Suami pasien, Bram Umpain. [Foto: David]
Metro

Salah Vonis Terpapar Covid-19, Keluarga Pasien Tuntut RSUD Raja Ampat

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, BeritaAktual.co Diduga melakukan pencemaran nama baik dan salah diagnosa terpapar covid-19, keluarga pasien bersalin Kristiani Mayor menuntut pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Suami pasien, Bram Umpain kepada beritaaktual.co Selasa (10/08/2021) mengungkapkan, tanggal 25 Juli 2021, sekira pukul 04.30 WIT dini hari, istrinya Kristiani Mayor yang hendak melahirkan dibawa ke IGD RSUD Waisai. Setelah masuk kedalam ruangan persalinan, dilakukan pemeriksaan oleh perawat diantaranya pemeriksaan suhu tubuh, tensi darah dan hasilnya normal, termasuk tes swab covid-19 menunjukan hasil negatif sehingga persalinan dilaksanakan oleh dokter kandungan tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) karena berdasarkan hasil tes covid-19 negatif.

Setelah persalinan, pada Minggu, 25 Juli pukul 06.33 WIT, pasien diobservasi selama dua jam di ruangan IGD, selanjutnya pasien dipindahkan bersama bayinya ke ruangan rawat inap khusus ibu melahirkan. Pemindahan ini menurut Bram karena pasien masih ada keluhan rasa sakit di perut dan kepala, sehingga tujuannya bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan keesokan harinya.

“Jadi, Senin tanggal 26 Juli 2021, saya antar istri saya kembali ke IGD untuk melakukan konsultasi dengan dokter kandungan, dilayani perawat tapi perawat yang lain. Pelayanan yang dilakukan pertama adalah mengisi kami daftar pasien baru karena kami sudah keluar, sementara pasien belum keluar (pulang) masih berstatus pasien lama,” terang Bram.

Setelah mengisi daftar pasien lanjut Bram, kemudian dilakukan Swab kembali pukul 09.10 WIT dan setelah mengetahui hasilnya, salah satu perawat di RSUD tersebut menyampaikan bahwa hasilnya 1 garis (negatif) alias masih samar-samar dan harus melakukan Swab kembali. Swab pun kembali dilakukan pukul 09.20 WIT dan hasilnya pun sama negatif.

“Kata perawatnya, ibu ini positif covid 19 karena hasilnya samar samar. Untuk itu kita infus dan harus mendapatkan perawatan di dalam ruangan covid-19,” terang Bram kesal.

Dengan perlakuan yang diterimanya, Bram menyesalkan kinerja pihak RSUD Waisai yang tidak profesional menangani pasien, menurut Bram istrinya yang kala itu sudah di Swab dan baru selesai bersalin sementara berada di ruangan IGD, tidak langsung dipulangkan namun di Swab berulang ulang, padahal data pasien masih ada di RS.

“Saya tanya mengapa harus di Swab lagi? kata perawatnya ini aturan pak. Terpaksa saya terima istri saya di Swab lagi, tapi yang tidak membuat saya percaya adalah sudah di swab kok swab lagi. Sebagai suami jelas saya tidak terima dan memilih untuk membawa pulang saja istri saya,” jelasnya.

Tak sampai disitu, tanggal 26 Juli 2021 lanjut Bram, pasien pulang dan memilih Isoman di rumah, namun keesokan harinya keluarganya didatangi suster RSUD untuk memeriksa tensi darah dan suhu tubuh, namun lagi lagi hasilnya masih tetap normal. Tak berselang lama, dua hari kemudian keluarganya kembali didatangi Tim gabungan satgas covid 19 Raja Ampat untuk melakukan periksa suhu dan tensi darah. Masih, hasilnya pun tetap normal.

Kemudian, tanggal 2 Agustus 2021, tim gabungan satgas covid 19 kembali lagi bersama pihak TNI dan anggota polisi dari Polres Raja Ampat didampingi dokter mendatangi rumahnya untuk melakukan swab ulang dengan dalih, agar lebih jelas sebab hasil swab di RSUD diduga tak jelas. Setelah dilakukan Swab oleh dokter yang disaksikan oleh semua petugas satgas covid dan lainnya, ternyata hasilnya negatif dan satgas covid pun meminta maaf kepada keluarga pasien.

“Pada prinsipnya saya tetap tidak terima dengan hasil, dan perlakuan dari RSUD. Saya akan menuntut pemulihan nama baik istri saya, sebab perbuatan RSUD telah mencemarkan nama baik keluarga dan melakukan pemalsuan data serta memberikan informasi palsu. Oleh sebab itu saya minta pihak RSUD untuk segera mengembalikan nama baik keluarga saya, “tegas Bram.

“Saya akan tempuh jalur hukum dan saya akan membuat laporan polisi di Polres Raja Ampat karena saat tim satgas covid 19 datang ada pihak kepolisian yang tergabung di dalamnya dan telah melihat langsung hasil tes Swab istri saya,” tambah Bram lagi.

Selaku suami Bram merasa malu dengan perlakuan dan adanya Informasi palsu dari pihak RSUD yang telah memvonis istrinya terpapar positif covid 19. “Memangnya seorang ibu selesai melahirkan tidak lemas dan tidak pusing kah, apalagi istri saya melahirkan normal tentu menghabiskan tenaga bukan sedikit. Lemas itu bukan berarti jadi alasan pihak RSUD memvonis istri saya positif covid 19, ” tandasnya sembari menambahkan, laporan ke Polres Raja Ampat akan secepatnya dia lakukan karena hingga kini, tak kunjung itikad baik dari pihak RSUD Raja Ampat untuk pemulihan nama baik keluarganya.

Hingga berita dinaikkan belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Raja Ampat, namun beritaaktual.co akan mengkonfirmasi ke pihak RSUD. [dav]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.