Pekan Depan Karantina Terapung KM Sirimau Dioperasikan 1 IMG 20210820 WA0004
Karantina Terapung KM. SIRIMAU [Foto; JAS]
Metro

Pekan Depan Karantina Terapung KM Sirimau Dioperasikan

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Pemerintah daerah kota Sorong (Pemkot) sementara mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan KM Sirimau sebagai tempat karantina terapung untuk menampung hampir 100 pasien tanpa gejala Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri. Pemkot berencana akan mengoperasikan pusat karantina terapung itu pekan depan.

Juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Sorong, Rudy Lakku yang dikonfirmasi media Jumat, (19/08/2021) menjelaskan, kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) dan Dinas Kesehatan kota Sorong sementara melengkapi kebutuhan untuk merawat pasien tanpa gejala di atas KM Sirimau, seperti menyediakan kasur dan bantal yang baru bukan yang sudah disediakan di kapal. Saat semua persiapan sudah rampung kata Rudy, rencananya pekan depan Walikota Sorong akan mengumumkan pengoperasian kapal karantina tersebut dan langsung beroperasi dengan menampung sekitar 80 sampai 90 orang pasien tanpa gejala.

Pekan Depan Karantina Terapung KM Sirimau Dioperasikan 4 IMG 20210820 WA0006
Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Sorong, Rudy Lakku. [Foto: JAS]
“Kalau sudah selesai persiapan di kapalnya, baru launching oleh bapak Walikota. Informasinya rencananya minggu depan. Kalau kita kurangi positif dan yang dirawat di rumah sakit ada sekitar 80-90 orang. Tapi proses ini akan jalan terus, treatment akan jalan terus di puskesmas. Walikota dalam rapat koordinasi beliau meminta puskesmas melakukan tracing, agar dapat dilihat kondisi covid-19 di kota sorong sebenarnya seperti apa. Jika ditemukan kasus positif tanpa gejala maka akan langsung dikarantina di atas kapal. Supaya dapat segera diputus mata rantai penyebaran covid-19. Jika tidak dilakukan isolasi diatas kapal ada yang positif kemudian pulang ke rumah, keluarganya pasti kena. Selain itu dia akan bergerak terus karena merasa tidak ada gejala, padahal ada virus dalam tubuhnya,” terang Rudy. Jumat, (19/08/2021).       

Rudy juga menjelaskan jika pusat karantina terapung ini hanya merawat pasien tanpa gejala, sementara mereka yang memiliki penyakit bawaan akan tetap dirawat di rumah-rumah sakit. Pasien yang dirawat akan dikontrol mulai dari kondisi kesehatannya, asupan makanan bergizi, serta kebutuhan olahraga untuk meningkatkan imun tubuh. Untuk seluruh biaya operasional kapal Rudy menambahkan akan ditanggung pemerintah pusat, sementara pemerintah kota Sorong hanya bertanggung jawab untuk menyediakan tenaga kesehatan dan kelengkapan lainnya untuk menunjang perawatan pasien nantinya. [jas]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.