Resmi Beroperasi, Karantina Terapung KM Sirimau Bawa 15 Pasien Covid Tanpa Gejala 1 IMG 20210824 WA0013
Karantina terpusat KM Sirimau. [Foto: JAS]
Metro

Resmi Beroperasi, Karantina Terapung KM Sirimau Bawa 15 Pasien Covid Tanpa Gejala

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co – Pemerintah Daerah kota Sorong Selasa pagi, 24 Agustus 2021 resmi mengoperasikan kapal Pelni KM Sirimau sebagai karantina terapung terpusat untuk pasien Covid-19 kota Sorong, Papua Barat. Peresmian ini disaksikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi secara virtual.

Walikota Sorong, Lambert Jitmau usai virtual bersama Menteri Perhubungan mengatakan, KM Sirimau mampu menampung 460 pasien penderita Covid-19 kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) ringan. Namun untuk sekarang, karantina terapung terpusat ini sedikitnya membawa 15 pasien tanpa gejala dan diawasi 10 tenaga medis yang dibagi dalam dua shift, yang mana masing-masing shift 5 orang, terdiri dari 1 dokter dan 4 tenaga perawat serta bidan, ditambah aparat keamanan TNI-Polri.

Resmi Beroperasi, Karantina Terapung KM Sirimau Bawa 15 Pasien Covid Tanpa Gejala 4 IMG 20210824 WA0015
Pemkot Sorong bersama Menteri Perhubungan saat melakukan virtual. [Foto: JAS]
Untuk kelengkapan diatas kapal menurut Lambert, sejumlah fasilitas seperti tempat tidur standar (rumah sakit) sarana olahraga, dan refreshing hingga akses internet gratis telah disediakan di atas kapal.

“Pasien di atas kapal kalau tidak salah ada 15 orang. Kami minta dukungan doa dari semua masyarakat kota Sorong biar pasien ini cepat sembuh. Terima kasih kepada bapak Menteri Perhubungan, tenaga medis di atas kapal lengkap, tempat tidur lengkap, makan lengkap. Makan 3 kali disediakan, snack 3 kali, mandi terserah pasien,”  terang Walikota.

Sementara Kepala KSOP Sorong, Jece Julita Pieris mengatakan, untuk mobilisasi tenaga medis dan pasien yang akan dikarantina, pihak Pelindo Sorong telah menyediakan 2 Longboat yang dibagi untuk pasien dan nakes serta keperluan logistik baik makanan maupun obat-obatan. Kata dia, kapal karantina terapung terpusat ini juga akan berlabuh di koordinat yang sudah ditentukan, yakni setiap 10 hari kapal akan sandar di pelabuhan Sorong guna mengisi bahan bakar dan logistik yang dibutuhkan. Kemudian berlayar lagi menuju koordinat yang ditentukan.

“Labuh selama 10 hari kemudian sandar untuk isi bahan bakar sama isi logistic. Ada 2 longboat, yang satu untuk pasien dan yang satu untuk tenaga medis dan logistic,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk mempermudah mobilisasi, KSOP Sorong juga telah menyediakan satu kapal patroli untuk pengamanan lalu lintas laut agar saat berlabuh, karantina terapung terpusat ini tidak mengganggu jalur transportasi laut. “Kapal patroli KSOP ini juga akan membantu karantina terapung terpusat jika dibutuhkan,” pungkasnya. [jas]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.