LP3BH Minta Aparat Pastikan 2 Orang Yang Ditetapkan Tersangka Penyerangan Posramil Kisor Terlibat 1 IMG 20210908 WA0105
Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy. [Foto: ist]
Metro

LP3BH Minta Aparat Pastikan 2 Orang Yang Ditetapkan Tersangka Penyerangan Posramil Kisor Terlibat

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SORONG, BeritaAktual.co Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy meminta aparat keamanan TNI-Polri di Provinsi Papua Barat agar benar-benar memastikan kedua orang yakni MY dan MS alias P yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka penyerangan pos Koramil Kisor, Kabupaten Maybrat benar benar terlibat.

“Sebab indikasi yang dikemukakan bahwa keduanya adalah sebagai “pengintai” Posramil Kisor sebelum terjadi penyerangan sadis yang menewaskan 4 (empat) prajurit TNI AD gugur bersama rekannya lain menderita luka berat. Untuk itu LP3BH Manokwari sedang melakukan investigasi di kabupaten Maybrat untuk memastikan kebenaran adanya keterlibatan MY dan MS dalam insiden tersebut,” terang Warinussy Rabu, 08 September 2021 malam.

Sebagai Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (HAM), Warinussy mengingatkan Kapolda Papua Barat dan Pangdam XVIII Kasuari bahwa “cerita” peristiwa di Kisor hampir mirip dengan peristiwa dibunuhnya anggota Brimob, Mesak Viktor Pulung di Camp PT. Wana Galang Utama (WGU) pada April 2019 lalu, yang menurut skenario di berita acara ia diduga tewas dibunuh oleh kelompok sipil bersenjata, namun fakta dalam persidangan tak ada satupun saksi yang melihat langsung kejadian pembunuhan kala itu.

“Akhirnya 2 (dua) orang tersangka Frans Aisnak dan Pontius Wakom yang sama sekali tidak ada bukti hukum yang menunjukkan jelas keterlibatan mereka dalam peristiwa tewasnya anggota Brimob itu tetap divonis oleh Hakim, Sonny Alfian Blegoer Laoemoery di Pengadilan Negeri Manokwari dengan pidana 10 dan 8 tahun penjara,” kata Warinussy.

LP3BH sangat kuatir tambahnya, pelaku penyerangan yang sebenarnya hingga membunuh 4 anggota TNI dan melukai anggota lainnya di posramil Kisor akan bebas bak hilang ditelan bumi. Sementara dua pemuda naas yang kini dijadikan tersangka bakal tetap divonis untuk membuktikan bahwa peristiwa Kisor telah selesai secara hukum.

“Di hukum dengan alasan turut serta dalam peristiwa sadis 2 September 2021 tersebut, dan itu sangat disayangkan,” tutup Warinussy. [YES]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.