Diskominfo Raja Ampat Gelar FGD Data Statistik Sektoral 1 IMG 20210916 WA0065
Input Data Statistik Sektoral oleh Diskominfo Raja Ampat. [Foto: DAVID]
Metro

Diskominfo Raja Ampat Gelar FGD Data Statistik Sektoral

Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WAISAI, BeritaAktual.co Dinas komunikasi dan informasi (Diskominfo) Kabupaten Raja Ampat menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang data statistik sektoral bertempat di Aula kantor Bappeda, Waisai Raja Ampat, Papua Barat, Kamis. (16/9/2021).

Sekretaris Diskominfo Raja Ampat, Frits Feliks Dimara menyatakan, kegiatan FGD ini dilakukan dengan tujuan agar pihaknya mendapat data sektoral dari setiap OPD untuk disimpan maupun digunakan dan dapat dipublikasikan sesuai aturan.

Sebagai wali data setiap pemerintahan menurut Feliks hal ini penting dilakukan sehingga data yang telah diberikan oleh masing masing OPD disimpan sebagai data sektoral, sehingga perencanaan pembangunan kedepan data yang telah ada mampu digunakan sebagai dasar merancang program yang menyentuh masyarakat terutama kesejahteraan.

“Itu yang kami (diskominfo) buat hari ini, agar data yang diajukan bisa tersimpan ke server dengan menggunakan aplikasi yang telah disiapkan ataupun secara manual. Kami bisa abadikan dan diinput oleh admin di setiap masing – masing OPD,” kata Feliks kepada sejumlah awak media. Kamis. (16/9/2021).

Lanjut Feliks setelah data tersebut disimpan, tidak serta merta data itu dapat diambil tanpa mendapatkan izin diskominfo, namun bila OPD bersangkutan ingin mengambil data maka harus menyurat dan meminta persetujuan bupati sehingga data tersebut tidak disalah gunakan.

“Untuk itu, kami (diskominfo) ada bidang persandian. Setelah semua data telah rampung maka akan terkunci oleh sandi itu. Tidak bisa dibuka sembarang dan ada orang khusus yang membuka data tersebut setelah mendapat perintah pimpinan (bupati),” tegasnya.

Selain bidang persandian tambah dia, adapun bidang Kominfo untuk mempublikasikan data yang dikirim secara manual dan diolah di bidang pengelola data elektronik bila mendapat izin oleh kepala daerah. “Jadi secara manual dimasukan oleh server dan dikelola bidang elektronik,” jelas Feliks.

Setelah ini dia berharap, pembangunan kedepan pemerintah tidak saja membuat program, tetapi berdasarkan data dari setiap OPD itu program program kesejahteraan dapat dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat di kabupaten Raja Ampat. “Jadi tidak saja buat program, tapi berdasarkan data yang diberikan para OPD kita dapat membuat program lain, karena itu survei di lapangan sesuai yang masyarakat butuhkan seperti ini,” tutupnya.

Hadir dalam acara tersebut, Sekda Raja Ampat, Dr. Yusup Salim, M.Si, sejumlah kepala Distrik, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan sejumlah PNS di lingkungan Pemerintahan daerah Kabupaten Raja Ampat. [dav]


Bagikan berita ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.